Breaking News

REGIONAL Minimalisir Penyebaran Virus Corona, Anggota DPRD Minta Perketat Pintu Masuk Ilegal di Wilayah Utara Ende 15 Apr 2020 19:05

Article image
Anggota DPRD Ende dari Partai PDI Perjuangan, Vinsen Sangu (depan). (Foto: Dokpri VS)
“Akses masuk yang tidak terkontrol dengan baik, akan memudahkan penyebaran virus Corona masuk ke kabupaten Ende. Untuk itu, perlu pengawasan ketat di setiap pintu masuk. Perlu perkuat gugus tugas dan tim di perbatasan darat,” ujar Vinsen.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- “Pemerintah daerah melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) tingkat Kabupaten Ende, harus memperketat pengawasan di semua pintu masuk, khususnya pintu masuk ilegal di wilayah Utara Ende yakni Kecamatan Maurole dan Kecamatan Kotabaru yang selama ini sering digunakan untuk mengantarpulaukan hewan maupun manusia. Hal ini dapat meminimalisir penyebaran virus Corona ke daerah ini.”

Demikian hal itu diutarakan anggota DPRD Kabupaten Ende, Vinsen Sangu, pada rapat paripurna di kantor DPRD Ende,Selasa (14/4/20).

Vinsen menilai, selain pengawasan secara ketat terhadap pintu masuk ilegal, perlu juga ada kajian risiko bencana terfokus, khususnya dengan jenis ancaman bencana Covid-19.

“Pemerintah perlu menyediakan kajian ancaman, kajian kerentanan, kajian kapasitas bencana, sehingga dengan kajian-kajian inilah akan menjadi panduan dan pedoman data peta resiko bencana serta jenis ancaman bencanan Covid-19 di kabupaten Ende. Jika kajian ini disajikan dan disediakan, maka proses kerja penanggulangan bencana sebagaimana diamanatkan, baik UU nomor 24 tahun 2007 tentang penyelenggara penanggulangan bencana dan UU Nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan, sungguh tepat dan serius diimplementasikan di Kabupaten Ende,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Ende ini.

Politisi muda Partai PDI Perjuangan dari Dapil III Ende ini menyebutkan bahwa sejauh ini ada pintu ilegal yang dijadikan warga untuk masuk ke Ende, yakni daerah pesisir Pantai Utara (Pantura), tepatnya di Kecamatan Maurole.

“Akses masuk yang tidak terkontrol dengan baik, akan memudahkan penyebaran virus Corona masuk ke kabupaten Ende. Untuk itu, perlu pengawasan ketat di setiap pintu masuk. Perlu perkuat gugus tugas dan tim di perbatasan darat,” imbuh Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Ende ini.

Keterbatasan APD

Vinsen berharap, Tim Gugus Tugas perlu bekerja sungguh-sungguh dan bergotong-royong di perbatasan. Meski demikian, kondisi riil hari ini, mereka tidak didukung dengan fasilitas yang memadai terutama Alat Pelindung Diri (APD) dan peralatan pemeriksaan lainya.

“Jangan biarkan mereka berperang tanpa senjata dan kekuatan pelindung raga yang cukup. Bila kondisi ini tidak ditindaklanjuti dan disikapi, maka sesungguhnyahal itu menjadi ancaman serius sebagai calon terpapar Covid-19 bagi para petugas yang berdiri di gardan terdepan dalam misi kemanusiaan ini,” sentilnya.

Mantan aktivis GMNI ini juga menyinggung sektor pendidikan, yakni kebijakan pemerintah pusat terkait bekerja, beribadah dan belajar dari rumah.

“Setiap kebijakan maupun instruksi, perlu diterjemahkan secara baik di daerah, agar generasi bangsa dan daerah ini yang kini masih di bangku pendidikan, sungguh tidak stagnan dalam memperoleh pengetahuan dan layananan sektor pendidikan dari negara. Untuk itu, pemerintah perlu mencari jalan (solusi alternatif) agar peserta didik memperoleh dan mendapatkan pelayanan khususnya proses belajar dengan baik selama dirumahkan,” sarannya.

Tak lupa, Vinsen juga memberikan apresiasi dan penghargaan bagi pemerintah daerah dan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Ende, atas kerja kerasnya dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 di kabupaten Ende.

“Apresiasi untuk semua bentuk kerja keras dan solidaritas dalam menghadapi ancaman pendemi global di daerah ini. Apresiasi yang sama disampaikan kepada para insan media yang telah berperan menghadirkan informasi dan data terkait pencegahan dan penanganan Covid-19 di kabupaten Ende. Ijinkan kami meminta kesediaan dan perkenaannya, kiranya terus menghadirkan kesejukan dan kedamaian di tengah ketakutan, kekwatiran dan kecemasan yang sedang meliput hati rakyat dan masyarakat kabupaten Ende. Teruslah berjalan bersama dalam roh solidaritas kemanusiaan,” ajak Politisi muda pengagum Bung Karno ini.

--- Guche Montero

Komentar