Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

HUKUM MK Siap Terima Penyelesaian Sengketa Pilkada Serentak 2018 06 Jul 2018 09:46

Article image
Ketua Mahkamah Konstitusi, Anwar Usman. (Foto: Ist)
Sistem penerimaan perkara untuk penanganan sengketa hasil Pilkada 2018 kali ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya, karena juga dapat dilakukan melalui laman khusus dalam jaringan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Mahkamah Konstitusi (MK) siap menerima permohonan penyelesaian sengketa hasil Pilkada Serentak Tahun 2018. Karena itu MK menyiapkan Gugus Tugas Penyelesaian Hasil Pilkada Serentak 2018 (Gugus Tugas PHP Kada 2018).

Demikian penjelasan Ketua Mahkamah Konstitusi, Anwar Usman di Gedung MK, Jakarta, Kamis (5/7/2018).

"Kesiapan terkait penugasan penyelesaian PHP Kada 2018 ini dilakukan tidak hanya oleh hakim konstitusi serta Kepaniteraan, namun juga Sekretariat Jenderal MK," ujar Anwar.

Ia menjelaskan, sistem penerimaan perkara untuk penanganan sengketa hasil Pilkada 2018 kali ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya, karena juga dapat dilakukan melalui laman khusus dalam jaringan.

"Semua sudah dipersiapkan termasuk seluruh perangkat dengan sistem informasi dan teknologi yang lebih maju dan canggih," ungkapnya.

Ia juga menjelaskan nantinya perkara sengketa hasil Pikada Serentak 2018 yang masuk akan teregistrasi ke dalam BRPK pada 23 Juli 2018.

Sedangkan persidangan perdana untuk perkara sengketa hasil Pilkada 2018 akan dimulai pada 26 Juli 2018.

"Sesuai dengan peraturan perundang-undangan, MK harus menyelesaikan (perkara sengketa Pilkada 2018) pada 26 September 2018," kata Usman.

Dalam kesempatan yang sama Sekretaris Jenderal MK, M Guntur Hamzah, menjelaskan perihal penerimaan perkara melalui laman khusus dalam jaringan internet.

Ia menjelaskan sistem penerimaan perkara daring ini memiliki beberapa keunggulan di antaranya adalah efisiensi waktu.

"Pemohon tidak perlu terburu-buru datang langsung ke MK karena pendaftaran perkara dapat dilakukan secara langsung dari daerahnya, melalui aplikasi permohonan dalam jaringan yang tersedia pada laman MK," kata Hamzah.

Setelah mendaftarkan melalui permohonan dalam jaringan, pemohon dapat langsung datang ke MK dengan membawa empat rangkap permohonan. 

--- Redem Kono

Komentar