Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

BOLA Mourinho Bela Diri Atas Aksi Provokatifnya di Kandang Juventus 08 Nov 2018 11:11

Article image
Manajer Manchester United, José Mourinho melakukan gerakan provokatif ke penonton tuan rumah di Stadion Allianz, Turin. (Foto: The Guardian)
Usai wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir, Mou membuat gerakan tangan sebagai simbol corong di telinganya seraya dengan sangat provokatif mengerlingkan matanya ke arah penonton tuan rumah.

TURIN, IndonesiaSatu.co – Bukan José Mourinho namanya kalau tidak berbuat ulah dan menciptakan sensansi. Kali ini Mou, demikian dia biasa disapa, membuat pendukung Juventus geram gara-gara aksinya yang dianggap melecehkan penonton tuan rumah yang memenuhi Stadion Allianz, Turin (7/11/2018) waktu setempat.

Bagaimana tidak? Usai wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir, Mou membuat gerakan tangan sebagai simbol corong di telinganya seraya dengan sangat provokatif mengerlingkan matanya ke arah penonton tuan rumah. Pada pertandingan tersebut, Manchester United memenangkan pertandingan dengan skor 2-1.

Namun Mou selalu punya alasan untuk membenarkan semua kata-kata dan perilaku provokatifnya.

“Saya dihina selama 90 menit,” ujar Mourinho seperti dikutip The Guardian (7/11/2018) waktu setempat.

“Saya melakukan pekerjaan saya dan tidak lebih dari itu. Pada akhirnya saya tidak menghina siapapun, saya hanya melakukan gerakan tubuh (gesture) bahwa saya ingin mendengar mereka. Saya tidak akan melakukan ini lagi. Tapi saya datang ke sini sebagai seorang profesional yang melakukan pekerjaan ini dan orang menghina keluarga saya, oleh sebab itu saya bereaksi dengan cara ini. Saya tidak ingin memikirkan itu.”

Mourinho tidak ingin mengatakan apapun tentang kemenangan timnya yang membuat mereka berada di posisi kedua dengan tujuh poin di Grup H.

 “Mungkin ketika Manchester United memiliki mental heroik [ketika mereka terakhir bermain melawan Juve]  Manchester United adalah tim terbaik dan mereka [Juventus] adalah sebuah tim top selama beberapa tahun terakhir ini. Mereka membeli pemain itu, mereka ingin memenangkan segalanya, mereka dapat memenangkan segalanya dan kami sebuah tim di mana banyak pemain tidak bermain pada laga big matches seperti Liga Champions ini.”

“Ini adalah sebuah kemenangan yang fantastik bagi kami, tidak tentang kehilangan poin di kandang tapi tentang rasa bagaimana kami bermain dengan baik. Dan saya kira seandainya pertandingan ini tidak berakhir dengan kemenangan, saya punya perasaan yang sama bahwa tim sudah bermain sungguh-sungguh, sungguh baik dari menit awal melawan – saya ulangi—sebuah tim super.”

Juve yang ungul terlebih dahulu lewat tendangan first time Cristiano Ronaldo pada menit ke-65 pupus setelah MU berhasil membalikkan keadaan pada menit-menit akhir pertandingan lewat Juan Mata pada menit ke-86 dan gol bunuh diri Lenonardo Bonucci empat menit berselang.

--- Simon Leya

Komentar