Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

SASTRA Musim Rahasia (Puisi) 26 Jun 2018 19:13

Article image
Foto: Ilustrasi alam sunyi

Oleh: Guche Montero*

 -- Kepada Pemimpin yang akan berdiri atas nama Nurani Rakyat

 

***

Apa kabar angin Tenggara?

kemarin, debur ombak pantai Selatan tampak ramah

sedang senja berlabuh sepi di bibir laut Utara

di ufuk Timur riak teduh menolak gaduh

menepis intrik? kesangsian paling nadir!

 

Lirih sunyi merekat debu

belum sempat memahat ikhtiar

kidung gemuruh jadi prahara

simpul empati terseret musim penuh alibi

catat! demokrasi bukan retorika setengah hati

 

Lantas, ada apa angin Barat?

adakah titik histrori jadi rahasia paling mesti?

Jangan bilang ini prahara musim rahasia

saat logika menepi jadi simpati kerdil esensi

titah nurani tersisih doktrin berbuih

sedang remah akhlak sudah runtuh di singgasana

terhimpit hipokrasi atas nama reputasi

memupuk citra menebus khilaf

mengobral rintihan jelata jadi solusi instan

mengapa musim paceklik tak datang hujan solusi?

 

Hasrat jiwa menolak lupa

saat jeritan korban human trafficking hanya narasi rasa prihatin

dalil hukum hanya referensi yuridis sidang komisi

hakikat hidup berlumur debu di pusara nurani segelintir elit

hak jelata dibungkam sepi

saat penguasa sibuk menabur ‘angin sorga’

siapa bilang politik tanpa pencitraan?

 

Kini…

di simpang sunyi musim rahasia

diam diam detak nadi berpacu ambisi

sudah pasti ada yang tersingkir

vox populi harga nurani

salam demokrasi bulan Juni

kami menanti penakluk musim

genggam rahasia tepis prahara

jangan sampai tergelincir di Anjungan Tunai

beri bukti wujud bakti, nanti!

niscaya, musim rahasia empunya jelata!

 

***

*) Penulis adalah peminat Sastra. 

Tags:
Sastra Puisi

Komentar