Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INTERNASIONAL Najib Razak Dicegah ke Luar Negeri 12 May 2018 13:41

Article image
Mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak. (Foto: The Guardian)
Mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak tidak diizinkan untuk terbang ke Indonesia dan tetap tinggal di Malaysia di mana dia harus menghadap penyelidikan terkait dugaan korupsi.

KUALA LUMPUR, IndonesiaSatu.co -- Perdana Menteri (PM) yang digulingkan Najib Razak sudah dicegah untuk meninggalkan tanah airnya setelah berencana untuk terbang ke Indonesia.

Departemen Imigrasi Malaysia dalam pernyataannya mengatakan pada hari Sabtu bahwa Najib dan istrinya, Rosmah Mansor, sudah “dimasukkan dalam daftar hitam untuk bepergian ke luar negeri”.

Keterangan tersebut keluar setelah ada jadwal penerbangan yang memperlihatkan bahwa Najib dan istrinya akan terbang menggunakan jet pribadi ke Jakarta pada pukul 10.00 Sabtu pagi.

Tapi Najib, yang sedang dihadapkan pada penyelidikan oleh pemerintahan yang akan datang atas dugaan korupsi tidak tampak dan pesawat pribadi milik perusahaan Indonesia, Premiair, masih diparkir di Bandara Subang dekat Kuala Lumpur.

Menyusul pengumuman larangan, Najib mengatakan dia dan keluarganya akan menghormati larangan tersebut dan tetap tinggal di dalam negeri.

“Saya sudah diinformasikan bahwa Departemen Imigrasi Malaysia tidak mengizinkan saya dan keluarga saya untuk ke luar negeri,” kata Najib di tweetternya. “Saya menghormati perintah dan tetap tinggal dengan keluarga saya di dalam negeri,” ujar Najib sebagaimana dilaporkan The Guardian (12/5/2018).

Setelah adanya laporan tentang penerbangannya ke Jakarta pada hari Jumat malam, belasan orang, bergabung dengan sejumlah besar wartawan sudah sudah turun ke bandara kecil di luar ibukota untuk melakukan aksi protes rencana kepergian Najib ke luar negeri. Polisi anti huru hara ditematkan di luar gerbang di mana Najib akan masuk.

Setelah kalah dalam pemilihan melawan oposisi yang dipimpin mantan PM Mahathir Mohamad, ada kekhawatiran bahwa Najib akan terbang ke luar negeri untuk menghindari tuntutan atas perannya dalam skandal 1MDB. Mahathir berjanji akan melakukan penyelidikan atas  penggelapan dana miliaran dolar yang melibatkan Najib.

Setelah rencana penerbangannya diketahui public pada Jumat malam, Najib melalui akun tweetternya mengatakan akan “istirahat sejenak” bersama keluarganya dan meminta maaf atas “kelemahan dan kekeliruan” yang telah dilakukannya.

--- Simon Leya

Komentar