Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

AGAMA Natal Bersama Lembaga Kepresidenan, Luhut: Jadilah Garam Bagi Dunia Ini 14 Jan 2018 13:46

Article image
Mensesneg Pratikno dan Menkomaritim Luhut Binsar Pandjaitan memainkan angklung dalam perayaan Natal bersama. (Foto: Ist)
Mensesneg Pratikno dalam sambutannya berharap bahwa perayaan Natal ini bisa menjadi simbol pembawa kedamaian dan kebahagiaan meski dalam keberagaman.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Kantor Lembaga Kepresidenan dan Kementerian Koordinator Kemaritiman Republik Indonesia menyelenggarakan Perayaan Natal Bersama Tahun 2017, di Gedung Krida Bakti, Jakarta, Sabtu (13/1/2017) petang.

Mengawali perayaan Natal tahun 2017 itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan,  kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead secara bersama memainkan angklung sembari diiringi lagu Indonesia Pusaka oleh paduan suara Maria Vianney.

Mensesneg Pratikno dalam sambutannya berharap bahwa  perayaan Natal  ini bisa menjadi simbol pembawa kedamaian dan kebahagiaan meski dalam keberagaman.

Pratikno menambahkan bahwa Perayaan Natal yang mengambil tema “Menjadi terang bagi suku-suku bangsa di seluruh bumi (Kisah Para Rasul 13:47)” ini sekaligus sebagai ajang silaturahmi antara pegawai, keluarga serta pensiunan di kantor lembaga kepresidenan dan kementerian koordinator Republik Indonesia.

Senada dengan Pratikno, Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan mengungkapkan bahwa perayaan ini sekaligus sebagai bentuk apresiasi terhadap keberagaman yang ada di Indonesia ini, baik dari suku, ras, pekerjaan, pendidikan ataupun usia.

Luhut berharap umat Kristiani bisa menjadi garam dan terang pengharapan dalam setiap karya,  khususnya sebagai bagian dari bangsa Indonesia ini.

Menurutnya, ada tiga hal yang berubah menjadi lebih baik dalam pemerintahan 3 tahun belakangan ini di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, yakni  adanya efisiensi dalam beroganisasi, yang kedua pemerintah lebih tajam  dalam melihat setiap permasalahan, dan yang terakhir  pemerintah semakin  kompak dalam bekerja.

“Presiden Joko Widodo adalah contoh keteladanan yang baik. Di bawah kepemimpinan Joko Widodo, Indonesia mempunyai progress yang baik di mata internasional, meski masih terdapat banyak kekurangan di beberapa hal,” kata Luhut.

Mengakhiri sambutannya, Luhut mengajak seluruh undangan yang hadir untuk dapat menjawab tantangan besar di depan dengan membawa semangat baru, disiplin dan tetap bekerja keras membantu pemerintah demi mewujudkan kemajuan untuk Indonesia.

Tampak hadir dalam kesempatan itu Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, dan Ketua Badan Restorasi Gambut Nazir Foead. 

--- Redem Kono

Komentar