Breaking News

REGIONAL NTT Kembali Jemput Dua Jenazah TKI dari Malaysia 27 May 2019 12:42

Article image
Penjemputan dua jenazah TKI asal NTT yang meninggal di Malaysia saat tiba di Bandara El Tari Kupang. (Foto: VoxNtt.com)
Tercatat, mayoritas dari para pekerja yang meninggal di luar negeri tidak melalui jalur resmi (non-prosedural) atau illegal.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bekerja di Negeri Jiran, Malaysia kembali meregang nyawa. 

Informasi yang diperoleh media ini dari Direktur PADMA Indonesia, Gabriel Sola, menerangkan bahwa dua jenazah Buruh migran asal NTT,
Sabtu (25/05/19) sekitar pukul 12.45 Wita tiba di Kargo Bandara El Tari Kupang.

Diketahui dua jenazah tersebut atas nama Regina Tulit (48) asal Dusun Ritawolo, RT 007, RW 04, Desa Bukit Seburi, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur.

Sedangkan jenazah lain tercatat atas nama Adrianus Meja (41), asal Dusun Parhikia, RT 003, RW 002, Desa Randorama, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende.

Regina merupakan Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja di Malaysia. Korban, seperti penuturan keluarga diinformasikan meninggal pada tanggal 16 Mei pukul 22.59 akibat penyakit Leukimia yang dideritanya.

Sementara korban Adrianus juga merupakan TKI asal NTT yang bekerja di Malaysia. Adrianus dikabarkan meninggal pada 17 Mei pukul 01.00 waktu setempat akibat luka infeksi. Hal itu diketahui dari surat keterangan kematiannya.

Petugas BP2CTKI, Stefen Gunawan mengatakan bahwa kedua jenazah setelah di NTT menjadi tanggung jawab BP2CTKI untuk memfasilitasi hingga ke alamat masing-masing.

Menurutnya, hal itu pun harus disepakati bersama keluarga korban.

“Kami hanya fasilitasi hingga ke kampung halaman. Kalau yang dari Ende, ya sampai Ende, sebaliknya yang dari Adonara semua biaya pesawat sampai transportasi hingga  Flores Timur akan ditanggung oleh BP2CTKI. Sedangkan saat menyebrang ke Adonara, nanti jadi urusan keluarga,” jelas Stefen seperti dilansir VoxNtt.com.

Stefen mengaku, jenazah almarhum Adrianus Meja akan disemayamkan di RSU Prof Yohanes Kupang karena tidak ada kekuarga yang menjemput. Sedangkan jenazah almarhumah Regina akan menginap di rumah duka keluarga.

Direktur PADMA Indonesia, Gabriel Sola mengatakan bahwa sejak Januari-Mei 2019, sudah tercatat 49 jenazah TKI asal NTT yang dipulangkan dari luar negeri. Menurutnya, angka kematian ini meningkat signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Berita kematian buruh migran asal NTT terus meningkat. Bahkan, dalam hitungan minggu dan bulan. Tercatat, mayoritas dari para pekerja yang meninggal di luar negeri tidak melalui jalur resmi (non-prosedural) atau illegal. Ini menjadi keprihatinan bersama semua pihak terutama upaya untuk membendung arus tenaga kerja ke luar negeri," kata Gabriel.

Gabriel mengharapkan agar pemerintah provinsi NTT dalam koordinasi dengan pemerintah pusat dan BNP2TKI harus memberi atensi serius.

"Pemprov NTT harus mengoptimalkan peran setiap lembaga terkait, untuk memastikan bahwa kebijakan moratorium efektif dan solutif. Perlu kerjasama dan koordinasi lintas-sektor dan elemen untuk bergerak bersama menyikapi persoalan akut ini. Jika tidak, NTT terus dilabelkan sebagai Nusa Tragedi Trafficking," tandas Gabriel.

--- Guche Montero

Komentar