Breaking News

INTERNASIONAL Nyamuk Malaria Baru Bermunculan di Kota-kota Afrika 29 Jan 2021 23:56

Article image
Ilustrasi nyamuk malaria. (Getty images)
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, wilayah Afrika mencatat 94% dari semua kasus malaria dan kematian pada 2019.

ADDIS ABABA, IndonesiaSatu.co -- Peneliti Belanda dan Ethiopia mengatakan, nyamuk malaria baru bermunculan di kota-kota Afrika, dengan konsekuensi tinggi bagi penyebaran penyakit malaria bagi penduduk di benua tersebut.

Dilansir faz.net, Jumat (29/1/2021), peneliti dari Pusat Medis Universitas Radboud Belanda dan Institut Penelitian Armauer Hansen di Addis Ababa, Ethiopia, menyebutkan larva Anopheles-stephensi yang merupakan vektor utama nyamuk malaria di India makin banyak ditemukan di sebagian besar wilayah Afrika.

Vektor adalah organisme hidup yang dapat menularkan patogen infeksius antar manusia, atau dari hewan ke manusia.

Hasil penelitian itu juga menyebutkan, spesies nyamuk ini baru muncul di Afrika beberapa tahun lalu dan sangat rentan terhadap jenis malaria lokal.

Umumnya nyamuk Afrika yang dapat menularkan malaria diketahui berkembang biak di daerah pedesaan.

Namun, para ahli mengkuatirkan kemungkinan nyamuk berbahaya itu telah menemukan habitat di daerah perkotaan di negara-negara Afrika seperti Ethiopia, Djibouti, dan Sudan. Hal ini dapat meningkatkan risiko malaria bagi populasi perkotaan.

Malaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina merupakan penyakit yang dapat dicegah dan disembuhkan. Namun 409.000 orang meninggal karena penyakit ini pada 2019.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, wilayah Afrika mencatat 94% dari semua kasus malaria dan kematian pada 2019.

Melalui jurnal “Emerging Infectious Diseases”, Rabu (27/2/2021), para peneliti memperingatkan otoritas terkait untuk mengambil tindakan cepat agar penyebaran nyamuk ke daerah perkotaan di benua Afrika dapat dikendalikan.

--- Henrico Penu