Breaking News

INTERNASIONAL Nyatakan Perang Lawan Virus Corona, Presiden Prancis Terapkan “Lockdown” 17 Mar 2020 12:45

Article image
Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto: spiegel.de)
Sejauh ini virus Corona telah menginfeksi lebih dari 6.600 orang dan mengakibatkan sedikitnya 148 orang meninggal dunia di seluruh Prancis.

PARIS, IndonesiaSatu.co -- Presiden Prancis Emmanuel Macron menetapkan kebijakan “lockdown” di seluruh wilayah untuk menghambat laju penyebaran virus Corona di negaranya.

Disitir dari Spiegel Online, Selasa (17/3/2020), kebijakan tersebut diumumkan Macron dalam pidatonya yang berdurasi sekitar 20 menit pada Senin malam (16/3/2020) di Paris.

Dalam pidato tersebut, Macron berkali-kali melontarkan kalimat “Kita sedang berperang melawan virus Corona!” dan memerintahkan aparat keamanan dan militer untuk membantu proses evakuasi pasien ke rumah sakit.

Sebelumnya pemerintah Prancis telah menutup restoran atau bar, menutup sekolah, dan melarang kegiatan di resor ski. Namun, Macron mengatakan langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam masa damai diperlukan karena jumlah orang yang terinfeksi meningkat dua kali lipat setiap tiga hari dan angka kematian  terus meningkat.

Ia menegaskan, mulai Selasa (17/3/2020) pukul 12 waktu Prancis, warga Prancis wajib tinggal di rumah kecuali yang terdesak untuk membeli bahan makanan, kerja, dan untuk perawatan medis.

Warga yang melanggar kebijakan “lockdown” yang akan diberlakuka selama dua minggu ke depan, akan dihukum.

"Saya tahu apa yang saya minta ini belum pernah terjadi sebelumnya tetapi keadaan menuntutnya saat ini," ungkap Macron seperti dikutip dari spiegel.de, Selasa (17/3/2020).

"Kita tidak melawan tentara lain atau negara lain. Tapi musuh ada di sini: tidak terlihat, sulit dipahami, tetapi sedang bergerak maju,” tambahnya.

Macron menegaskan, tindakan lebih keras akan diterapkan karena terlalu banyak orang mengabaikan peringatan sebelumnya dengan berkumpul di taman-taman dan jalan-jalan selama akhir pekan, aksi yang mempertaruhkan kesehatan mereka sendiri dan orang lain.

Menteri Dalam Negeri Christopher Castaner mengatakan, sedikitnya 100.000 polisi akan dikerahkan untuk menegakkan kebijakan “lockdown”

Pos pemeriksaan akan disiagakan di seluruh wilayah Prancis untuk mengontrol semua orang yang melakukan perjalanan, termasuk pejalan kaki.

Sejauh ini virus Corona telah menginfeksi lebih dari 6.600 orang dan mengakibatkan sedikitnya 148 orang meninggal dunia di seluruh Prancis.

 --- Rikard Mosa Dhae