Breaking News

KEUANGAN OJK: Ada 5 Tantangan IKNB 2019 12 Mar 2019 14:36

Article image
Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK, Ahmad Nasrullah. (Foto: ist)
Salah satu tatangan yang dihadapi oleh IKNB di tahun 2019 ini adalah rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap produk IKNB.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK, Ahmad Nasrullah mengungkapkan terdapat 5 tantangan yang dihadapi oleh Industri Keuangan Non Bank (IKNB) di tahun 2019. Salah satunya adalah Rendahnya Tingkat Penetrasi Asuransi di Indonesia. Menurutnya, hingga saat ini, tingkat penetrasi asuransi di Indonesia belum bisa melebihi angka 5 persen.

"Ini memang menjadi problem menahun di Indonesia. Kita masih tertinggal jauh dari negara lain seperti Singapura yang sudah di 6-7 persen."kata Nasrullah pada Seminar Prospek Bisnis IKNB yang diselenggarakan oleh Majalah Stabilitas di Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Pun demikian menurutnya perlu ditanggapi sebagai peluang karena memiliki potensi yang besar untuk terus bertumbuh di tahun ini. Indikator yang melatarbelakangi adalah GDP yang selalu naik. Selain itu, pihaknya juga terus menerima permohonan izin asuransi baru.

Kedua, rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Produk IKNB. Padahal, menurutnya kepercayaan dari konsumen adalah kunci dalam bisnis seperti asuransi sehingga pelaku IKNB perlu kerja keras untuk mengembalukan kepercayaan masyarakat. Selain itu, hal ini juga dipengaruhi kasus gagal bayar yang menimpa beberapa perusahaan asuransi beberapa waktu lalu.

"Segera harus diatasi. Ini masalah trust. Kalau tidak ada kepercayaan tidak akan maju,"tuturnya.

Ketiga adalah sumber daya manusia dalam IKNB. Menurutnya, kebanyakan orang lebih tertarik masuk ke industri perbankan dibandingkan non-bank serta dana pengembangan SDM perbankan juga lebih besar serta program pendidikan berkelanjutan di perbankan lebih terstruktur.

Keempat, Pendanaan Industri Dana Pensiun serta kelima inovasi industri jasa keuangan dalam menghadapi revolusi industri 4.0. menurutnya, salah satu cara yang perlu dilakukan adalah dengan menyesuaikan teknologi yang berkembang agar tidak ketinggalan serta terus meningkatkan inovasi dalam pelayanan IKNB.

Hingga saat ini, kata Ahmad total aset IKNB tercatat sebesar Rp2.353 triliun, terdiri dari Rp2.255 aset konvensional dan Rp98,57 triliun aset di syariah. Sektor asuransi menguasai 53persen aset dari total IKNB sebesar Rp1.251 triliun. Sisanya dipegang dana pensiun 12 persen dan lembaga pembiayaan 25persen. Sedangkan 10 persen dipegang IKNB jenis lainnya.

--- Sandy Romualdus

Komentar