Breaking News

HUKUM Oknum Polresta Metro Depok Saksikan Aksi Premanisme, PADMA Indonesia: Wajah Penegak Hukum Sangat Miris 11 Oct 2020 19:36

Article image
Pendamping Hukum Ahli Waris, PADMA Indonesia bersama perwakilan Ahli WarisPerdamaian (PADMA) Indonesia, bersama Ahli Waris Pangeran Achmad Bolonson, putra Pahlawan Nasional Sultan Baddarudin II. (Foto: Dok. PADMA)
"Sangat miris melihat wajah penegak hukum (Aparat Polres Depok, red), bukannya mengayomi dan memberi perlindungan kepada ahli waris sebagai korban, namun justru mendukung para pihak yang arogan menginjak-injak harkat dan martabat ahli waris.

DEPOK, IndonesiaSatu.co-- Lembaga hukum dan HAM, Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia, bersama ahli waris Pangeran Achmad Bolonson, putra Pahlawan Nasional Sultan Baddarudin II, menyayangkan aksi premanisme berupa pengrusakan plang Masjid Ja'mi Pangeran Achmad Bolonson.

Mirisnya, aksi pengrusakan plang bersejarah yang diganti dengan plang baru Roberth Rouw, disaksikan oleh pihak Polresta Metro Depok, lengkap dengan senjata. 

Dalam keterangan yang diterima media ini, Minggu (11/10/2020), selain merusak dan merobohkan plang Masjid Ja'mi Pangeran Achmad Bolonson, ikut dirusak juga plang-plang ahli waris dan rumah-rumah yang dihuni oleh kuasa dari ahli waris.

"Sangat miris melihat wajah penegak hukum (Aparat Polres Depok, red), bukannya mengayomi dan memberi perlindungan kepada ahli waris sebagai korban, namun justru sebaliknya mendukung para pihak yang telah dengan arogan menginjak-injak harkat dan martabat ahli waris," kecam Gabriel Goa selaku Direktur PADMA Indonesia dan pendamping hukum saat mendampingi para ahli waris yang diwakili oleh Raden Daden Ramdani.

Perlindungan Lembaga Negara

Terhadap aksi premanisme, kekerasan dan intimidasi yang dialami pihak ahli waris tersebut, Gabriel menegaskan bahwa pihaknya sudah mengadu ke beberapa lembaga negara di antaranya Komnas HAM, Ombudsman RI, Kemendagri, Istana Negara, Polres Metro Depok, dan Polda Metro Jaya.

PADMA Indonesia menyoroti fakta penghargaan terhadap HAM yang mengedepankan pendekatan kasih dan pantang kekerasan, justru diabaikan oleh para pihak, yang dengan arogan membawa aparat kepolisian bersenjata lengkap dari Polres Metro Depok.

"Hak para ahli waris (cucu-cicit) pahlawan nasional saja diinjak-injak harkat dan martabatnya, apalagi rakyat kecil yang tidak bisa menyuarakan kebenaran (voice of the voiceless)," sorot Gabriel.

Meski berhadapan dengan peristiwa yang diduga di-backing oleh oknum aparat, namun PADMA Indonesia berkomitmen tetap menyuarakan kebenaran dan menegakkan keadilan melalui beberapa butir tuntutan.

Pertama, mendesak Komnas HAM, Kompolnas, dan Ombudsman RI untuk memanggil dan memeriksa Kapolres Metro Depok atas kehadiran pasukan bersenjata lengkap dari Polres Metro Depok tanpa memperlihatkan Surat Perintah kepada pihak Pendamping Hukum PADMA Indonesia, bahkan secara paksa membawa Pendamping Hukum dan Tim Advokasi Lembaga PADMA Indonesia ke Polres Metro Depok serta melakukan kekerasan fisik.

Kedua, mendesak Komisi III DPR RI untuk segera memanggil dan meminta Keterangan resmi Kapolres Metro Depok atas kehadiran pasukan bersenjata lengkap dari Polres Metro Depok ke lokasi lahan milik ahli waris Pangeran Achmad Bolonson dan menyaksikan pengrusakan plang Masjid Ja'mi Pangeran Achmad Bolonson.

Ketiga, menggugah solidaritas masyarakat untuk ikut berjuang bersama ahli waris Pangeran Achmad Bolonson, putra pahlawan nasional, guna mempertahankan hak-hak Ekosob Ahli Waris dan berdirinya Masjid Ja'mi Pangeran Achmad Bolonson.

--- Guche Montero

Komentar