Breaking News

OLAHRAGA Orbit Juara Tinju Dunia dari Batas Negara, CJF Gelar The Border Battle 2019 di NTT 08 Jul 2019 15:37

Article image
Mantan juara Tinju Dunia kelas Bulu, Chris John (kanan) saat menggelar event tinju bertajuk The Borders Battle 2019 di Kupang, NTT. (Foto: poskupang.tribunnews.com)
Karena itu, melalui Yayasan Chris John Foundation, ia berencana untuk membangun Sasana Tinju di Kupang, NTT.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Petinju kenamaan Tanah Air sekaligus mantan Juara Dunia Tinju Kelas Bulu, Chris Hohn melalui Chris John Foundation (CJF) menggelar event "The Border Battle 2019". Kejuaraan Tinju Dunia ini deliselenggarakan di GOR Flobamora, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) selama tiga hari, yakni 5-7 Juli 2019.

Dengan slogan "Mencetak Juara Tinju Dunia dari Batas Negara" event tersebut akan diikuti oleh petinju-petinju lokal NTT. Mereka akan melawan para boxer dari negara tetangga, seperti Timor Leste, Thailand dan Filipina.

Dalam perhelatan tersebut, juga dilangsungkan pertarungan tinju eksibisi antara Viktor Laiskodat melawan mantan Juara Dunia Tinju Kelas Bulu, Chris "The Dragon" John.

Chris John berharap agar pertandingan persahabatan antara dirinya dengan Gubernur NTT menjadi pemicu munculnya bibit-bibit petinju profesional di NTT.

Chris John menilai banyak petinju-petinju NTT yang potensial, yang sangat berpeluang untuk menjadi juara dunia. Oleh karena itu perlu adanya perhatian semua pihak.

Mantan atlet wushu ini mengaku amat senang dengan dukungan Pemprov NTT, dalam hal ini Gubernur Viktor Laiskodat terhadap event yang diprakarsai oleh CJF ini.

Ia berharap, dukungan ini bisa berlangsung terus-menerus mengingat potensi petinju NTT yang luar biasa.

"Banyak petinju-petinju NTT yang potensial. Bahkan bisa jadi juara dunia. Hanya memang, butuh perhatian semua pihak. Tidak saja pembinaan, namun juga soal kompetisi," imbuh Chris John.

Chris John juga mengungkapkan keinginannya untuk mencetak juara dunia dari NTT. Ia mengakui, setelah era dirinya dan Daud Jordan, tak ada lagi juara dunia yang lahir dari Indonesia. Padahal, potensi petinju Indonesia untuk juara dunia sangat besar.

"Salah satu kelemahannya adalah kurangnya turnamen atau pertandingan tinju. Televisi yang dulunya menggelar dan menyiarkan pertandingan tinju, kini sudah tidak lagi. Untuk itu, kita berharap dengan event di NTT ini, tinju profesional bisa bangkit lagi," harapnya.

Bangun Sasana Tinju di NTT

Chris John mengakui tinju merupakan cabang olahraga yang favorit di NTT. Karena itu, melalui Yayasan Chris John Foundation, ia berencana untuk membangun Sasana Tinju di Kupang, NTT.

Ia mengaku sudah bertemu dan menyampaikan keinginannya kepada Gubernur NTT, Viktor Laiskodat.

"Pak Gubernur juga punya keinginan untuk mengembangkan tinju di NTT. Nanti kita latih khusus beberapa petinju di sini. Kemudian kita adu dengan petinju terkenal lainnya. Nanti kita datangkan pelatih tinju yang bagus ke sini untuk latih anak-anak di NTT. Saya yakin pasti bisa," tandas petinju dengan julukan "The Dragon" ini.

Sementara Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dalam sambutannya sebelum pergelaran, Minggu (7/7/19) berharap akan ada juara dunia tinju yang lahir dari NTT.

"Provinsi NTT merupakan gudangnya atlet tinju berbakat. Pemerintah mensupport penuh dan berharap agar para atlrt tinju yang lahir di NTT dapat berkiprah hingga ke level internasional, ada juara dunia yang lahir dari NTT," kata Gubernur.

Viktor Laiskodat mengatakan bahwa NTT menorehkan sejarah terbaik dengan mempersembahkan atletnya meraih medali di Olimpiade untuk cabang olahraga tinju.

"Di Olimpiade kita punya sejarah terbaik. Kita akan buktikan dari NTT akan lahir juara-juara terbaik," ujar Viktor.

Sebagai Gubernur NTT, ia berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya pertandingan ini.

"Kita berharap agar melalui tinju dan semua hal positif lain, NTT menjadi terkemuka di Indonesia dan internasional," pungkasnya.

 

--- Guche Montero

Komentar