Breaking News
  • Kemkominfo tunggu Telegram sampai bulan depan
  • KPK ajukan banding terhadap vonis Irman & Sugiharto
  • KPK pantau penanganan kasus korupsi di Malut
  • PKB dan NU siap ke Palestina
  • Presiden akan hadiri Pekan Nasional Perubahan Iklim

SASTRA Pada Kamis Putih (Puisi) 14 Apr 2017 08:21

Article image
Pada malam perjamuan terakhir, Yesus membasuh kaki para murid-Nya. (Foto: ist)
Hati-Nya rela dirobek tombak selaksa angkara Ini bukan masokisme* tapi kesetiaan paling dalam yang pernah ada.

Oleh Valens Daki-Soo

 

Pada Kamis putih
Disingkapnya tirai bagai perawan suci kepada kekasih
Berujar tanpa kata:
Lihat, tiada lagi darah di hati-Ku tersisa
Telah Kuberi kau nikmat segala rupa

Pada Kamis putih
Langit membuka jendela
Rintiklah air mata pelipur duka
Membasuh segala luka
Peluh darah jadi permata di cawan semesta

Pada Kamis putih
Dibakar-Nya semua ranting khianat, dengki dan dusta di pohon dosa
Dalam kobar api cinta
Agape* yang tiada henti bernyala

Pada Kamis putih
Ciuman penghabisan menjadi tanda
Telah kaurengkuh Sang Guru dengan tangan bertuba
Seperti pelukan kekasih di batas kota
Terselip pedang dibungkus bayu senja
Hangat sekejap lalu menikam jiwa

Pada Kamis putih
Cinta bukan cuma emoticon dunia maya
Hanya merah tanpa makna
Dapatkah dipercaya?
Ecce Homo!*
Hati-Nya rela dirobek tombak selaksa angkara
Ini bukan masokhisme* tapi kesetiaan paling dalam yang pernah ada

Pada Kamis putih
Dileburnya segala arti cinta:
Kerinduan purba sejak kau belum ada
Kasih tiada tara yang tak pernah bisa kau mengerti, wahai manusia!
Telah Kuberi kau segala
Hingga Aku telanjang raga
Digantung di bawah cakrawala

Jakarta, 13 April 2017

 

* Agape: dari bahasa Yunani, artinya cinta yang total, sejati, tanpa batas, tak bersyarat (unconditional love)
* Ecce Homo: bahasa Latin, artinya "Lihatlah manusia!"
* Masokhisme: kecenderungan psikopatologis, menikmati penyiksaan diri sendiri

 

Tags:
Puisi

Komentar