Breaking News

BERITA PADMA Indonesia Desak Komnas HAM dan LPSK Beri Perlindungan bagi Saksi dan Korban Tragedi Kiwirok 30 Sep 2021 13:32

Article image
Tragedi Kemanusian di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua. (Foto: Ist)
"Negara harus menjamin hak-hak saksi dan korban agar berani mengungkap para Pelaku dan memproses hukum," desak Gabriel.

PEGUNUNGAN BINTANG, IndonesiaSatu.co--- Lembaga Hukum dan HAM, Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia, mendesak Komisi Nasional (Komnas) HAM dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk segera mendampingi dan melindungi SAKSI dan KORBAN tragedi Kiwirok, Pegunungan Bintang Papua.

"Tragedi Kiwirok merupakan kejahatahan kemanusiaan yang merenggut harkat dan martabat para pelayan kemanusiaan di Bumi Cendrawasih. Negara harus menjamin hak-hak saksi dan korban agar berani mengungkap para Pelaku dan memproses hukum," desak Ketua Dewan Pembina PADMA Indonesia, Gabriel Goa, dalam keterangan resmi kepada media ini, Kamis (30/9/2021).

PADMA Indonesia, kata Gabriel, juga meminta Presiden RI agar mendesak Menko Polhukham, Kapolri, Kapolda Papua dan Kapolres Pegunungan Bintang untuk segera menangkap dan memproses hukum para pelaku dan Aktor Intelektual pembakaran gedung SD, Puskesmas dan Rumah Dinas Nakes serta meninggalnya tenaga kesehatan Gabriela Mai Lanu ata tragedi di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua.

"Atas nama Kemanusiaan, kami mengajak solidaritas Nasional dan Internasional serta Pers guna mendukung Presiden dan Bupati Pegunungan Bintang membentuk Tim Pencari Fakta Kiwirok (TPFK) guna mengungkap tuntas Pelaku dan Aktor Intelektual kejahatan kemanusiaan di Distrik Kwirok, Pegunungan Bintang.

"Negara harus hadir dan menjamin hak-hak sipil di Bumi Cendrawasih. Tegakan Hukum. Pegunungan Bintang adalah 'tanah terjanji' yang sedang membangun jati diri dan transformasi birokrasi. Tragedi Pegunungan Bintang adalah Tragedi kemanusiaan; nasional dan internasional," tandas Gabriel.

--- Guche Montero

Komentar