Breaking News

HUKUM PADMA Indonesia Dukung Ditreskrimsus Polda NTT Tuntaskan Skandal Bawang Merah Malaka 20 Jun 2020 12:30

Article image
Kepala Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditresktimsus) Polda NTT, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Yudi A.B. Sinlaeloe. (Foto: sepangindonesia.com)
"Saya tidak ada urusan dengan yang namanya korupsi-korupsi itu. Tagar saya 'Basmi Koruptor’. Jika terbukti korupsi, kasih masuk saja ke jeruji besi. Tidak ada istilah tebang pilih," komit Yudi.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Lembaga  Hukum dan HAM, Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia mendukung komitmen Kepala Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditresktimsus) Polda NTT, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Yudi A.B. Sinlaeloe, S.I.K bersama Tim Penyidik Polda NTT dalam menangani dan menuntaskan kasus korupsi bawang merah di Kabupaten Malaka, dengan kisaran kerugian negara mencapai Rp. 4,9 milyar.

Terkini, Tim Penyidik Polda NTT baru menyelamatkan uang negara senilai Rp. 600 juta.

Direktur PADMA Indonesia, Gabriel Goa, kepada media ini, Jumat (19/6/20) menegaskan bahwa pihaknya mendukung total komitmen Dirkrimsus Polda NTT yang baru, Kombes Pol Yudi Sinlaloe dalam penegakan hukum Tindak Pidana Korupsi Bawang Merah di Malaka.

"Kami mendukung komitmen Beliau (Kombes Yudi, red), karena integritasnya sudah teruji dalam pemberantasan Human Trafficking di NTT saat menjabat Dirkrimum Polda NTT," ungkap Gabriel.

Gabriel meyakini, sebagai putra NTT beliau sudah teruji membela korban Human Trafficking yang berasal dari anak-anak gadis keluarga petani dari kampung-kampung di NTT sebagai wilayah Darurat Human Trafficking.

"Selain Darurat Human Trafficking, NTT juga masuk wilayah Darurat Korupsi yang merampok hak-kak ekonomi, sosial, budaya (ekosob) rakyat miskin, sehingga rakyat kecil terjebak dalam sindikat gelap Human Trafficking," kata Gabriel.

Ketua Dewan Pembina Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia ini menegaskan bahwa komitmen Kombes Yudi dalam pemberantasan korupsi terutama memproses tuntas tipikor bawang merah Malaka harus didukung.

"Kami juga mendesak Kepala Kajati NTT yang baru, Yulianto agar serius memproses hukum tipikor di NTT dan menjadikan kasus korupsi bawang merah Malaka sebagai pintu masuk," desak Gabriel.

Gabriel juga mengharapkan dukungan dan solidaritas lembaga-lembaga Agama, penggiat anti Korupsi dan Pers di NTT, kepada Dirkrimsus Polda NTT dalam menuntaskan kasus-kasus tipikor di NTT serta para pelaku dan aktor intelektual.

"Kami yakin, Kombes Yudi sebagai Putra terbaik NTT sonde (tidak) mau NTT terus dicap wilayah darurat Korupsi. Kami mendukung penuh," tandas Gabriel.

Komitmen Polda NTT

Kombes Pol Yudi kepada wartawan menegaskan komitmen untuk memproses dan menindak tegas siapapun pelaku yang terlibat di dalam tipikor bawang merah Malaka yang kini sudah menetapkan 9 tersangka.

"Tinggal sekarang kita lakukan pengembangan, jika sudah ada bukti dan tersangka baru, kita akan umumkan. Proses ini terus kita jalankan sampai di pengadilan, apalagi ini menyangkut hak-hak masyarakat," komit Kombes Pol Yudi.

Menanggapi kekurangan berkas perkara yang telah dikembalikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada Tim Penyidik Polda NTT, Kombes Yudi, menegaskan, bukan kekurangan namun ada beberapa tambahan atau petunjuk yang akan dilengkapi.

Kombes Pol Melati Tiga itu juga membeberkan adanya potensi calon tersangka baru.

"Ada. Hal itu berpotensi kesana (calon tersangka baru, red), namun saat ini belum bisa diinformasikan. Dari 9 (tersangka) dalam kasus bawang merah ini, ya kemungkinan ada di atas satu orang,” sebutnya.

Dia menjelaskan bahwa dalam tindak pidana, berbeda dengan kasus umum dalam memberikan informasi.

"Yang pasti ada tersangka baru. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita segera rilis. Jadi, begitu ada tersangka baru, nah itu biasanya kita dengan Humas, Polda akan menyampaikan itu," terangnya.

Komit Basmi Koruptor

Kombes Pol Yudi menegaskan komitmennya dalam memberantas tipikor sebagaimana komitmennya terhadap kasus-kasus human trafficking selama ini.

"Saya serius. Saat masih di Dirmum, masalah Traficking saya bantai, apalagi Tipidkor. Saya tidak ada urusan dengan yang namanya korupsi-korupsi itu. Tagar saya 'Basmi Koruptor’. Jika terbukti korupsi, kasih masuk saja koruptor-koruptor ke jeruji besi. Tidak ada istilah tebang pilih," janjinya.

Kombes Pol Yudi menandaskan, dari jumlah anggaran Rp. 9,9 milyar, Polda NTT sudah berhasil menyelamatkan Rp. 600 juta.

"Saat ini kita sedang kita bersurat ke PPATK, sehingga butuh waktu untuk itu karena jumlah uangnya tidak sedikit. Dari hasil itu, ada yang menerima juga, bisa jadi tersangka lagi. Jadi, potensi tersangka baru bisa-bisa saja dari hasilnya PPATK. Untuk kaitan materi, nanti ketemu dan dibuka di pengadilan saja," pungkasnya.

--- Guche Montero

Komentar