Breaking News

HANKAM Pakar Intelijen: Ancaman Teroris di Bulan Ramadhan Tetap Harus Diwaspadai 31 May 2017 07:06

Article image
Pakar intelijen Prayitno Ramelan. (Foto: Ist)
Kehatian-hatian ISIS dengan memilih sasaran, misalnya aparat keamanan, agar tidak memancing kemarahan umat Islam.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Potensi ancaman terorisme di bulan Ramadhan saat ini tetap ada meskipun tidak besar. Namun, masyarakat diharapkan untuk tetap bersikap waspada terhadap kehadiran ISIS.

Demikian analisis pakar intelijen Prayitno Ramelan kepada wartawan di Jakarta, sebagaimana dikutip Antara, Selasa (30/5/2017).

"Memang potensi aksi di bulan Ramadhan ini kecil, tapi kita tetap harus waspada,"ujar Prayitno.

Prayitno menambahkan ISIS sebagai induk kelompok teror memang terkesan mulai mengubah strategi, dari yang sebelumnya sembarangan kini mulai hati-hati. Kehatian-hatian ISIS dengan memilih sasaran, misalnya aparat keamanan, agar tidak memancing kemarahan umat Islam.

Purnawirawan perwira tinggi bintang dua TNI AU mengatakan ISIS memiliki cita-cita mendirikan khilafah dan itu membutuhkan dukungan dari umat Islam. Oleh karena itu, kecil kemungkinan mereka melakukan aksi teror pada Ramadhan yang bisa membuat marah umat Islam.

Akan tetapi Prayitno menilai strategi itu mungkin saja tidak dipahami oleh sel-sel teroris di bawah sehingga potensi terjadi teror tetap ada.

"Yang sel-sel kecil ini biasanya tidak berpikir pintar dan sekadar ingin melampiaskan dendamnya saja sehingga bisa saja mereka melakukan aksi, terutama dengan sasaran aparat kepolisian," katanya.

Prayitno tidak lupa membahas pelaku teror bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Menurutnya, pelaku bom Kampung Melayu tidak paham strategi besar ISIS meskipun mereka memiliki hubungan dengan kelompok itu.

"Ini orang-orang Jamaah Ansharud Daulah (JAD) yang memiliki hubungan dengan Aman Abdurrahman dan Bahrun Naim di Suriah," ungkapnya.

--- Redem Kono

Komentar