Breaking News

SEKS & ROMANTIKA Pakar Ungkap Alasan Orang Suka Rekam Aktivitas Seksualnya 12 Nov 2020 09:36

Article image
Beberapa orang merasa terangsang ketika melihat dirinya sedang bercinta dari layar ponsel yang sedang merekam aktivitas tersebut. (Foto: Daily Mail)
Berdasarkan studi yang dilakukan situs kencan yang di dalamnya berisi orang-orang yang ingin berselingkuh (illicit encounters), sekitar sepertiga partisipan studi mengaku pernah merekam adegan seksnya.

SEPEKAN terakhir, jagad media massa, baik media mainstream maupun media sosial diramaikan dengan berita video syurr yang diduga melibatkan penyanyi terkenal Indonesia.

Beredarnya kasus video syurr di jagad maya bukanlah yang pertama. Hanya saja, kasus serupa lebih sering terjadi akhir-akhir ini berbarengan dengan meluasnya penggunaan smartphone yang dilengkapi dengan vitur perekam yang hasilnya menyerupai kamera video.

Umumnya orang merekam aktivitas seksual untuk konsumsi pribadi. Tapi tidak jarang, rekaman itu tiba-tiba jadi berita karena ada yang iseng atau punya niat tertentu menyebarkannya ke publik.

Yang menjadi pertanyaan, kenapa orang senang merekam aktivitas seksualnya meski menyadari ada risiko rekaman itu tidak mustahil bisa tersebar di media sosial.

Menurut pakar hubungan dan seks dari Lovehoney, Annabelle Knight, ada alasan sederhana kenapa pasangan merekam aktivitas seksnya. Yakni: kesenangan.

"Sebagian orang merekam akivitas seksnya dengan pasangan ya karena menyenangkan," kata Knight sebagaimana dikutip liputan6.com dari Metro, Senin (9/11/2020).

Selain kehidupan kita yang memang begitu dekat dengan ponsel, beberapa orang merasa terangsang ketika melihat dirinya sedang bercinta dari layar ponsel yang sedang merekam aktivitas tersebut.

"Banyak pasangan yang melihat kembali rekaman video tersebut karena membuat mereka begitu bergairah," kata Knight lagi.

"Terlebih jika saat bercinta mengenakan pakaian seksi, mungkin ia menginginkan cuplikan dari aksi panasnya itu," tutur Knight.

Berdasarkan studi yang dilakukan situs kencan yang di dalamnya berisi orang-orang yang ingin berselingkuh (illicit encounters), sekitar sepertiga partisipan studi mengaku pernah merekam adegan seksnya.

Lalu, 75 persen di antaranya mengatakan bahwa smartphone mereka bisa 'meningkatkan' kepuasan. Seperti menggunakan ponsel untuk mengambil foto atau menonton video panas (bisa rekaman aktivitas seksnya sendiri atau film porno).

Jika memang ingin melakukan kegiatan merekam aktivitas terkait seks, Knight mengingatkan agar hal tersebut tidak saat mabuk. Serta pastikan pasangan Anda bisa dipercaya.

"Ide buruk bila merekam dengan orang yang tidak Anda percayai. Anda tidak akan tahu apakah video tersebut akan disebar atau tidak. Buat juga perjanjian bahwa akan menghapus video tersebut jika berpisah," tegas Knight

--- Simon Leya

Komentar