Breaking News

INTERNASIONAL Palestina Siap Hentikan Rencana Damai Jika Israel Kuasai Tepi Barat 28 Sep 2019 12:47

Article image
Perdana Menteri Palestina Mahmoud Abbas. (Foto: Washingtonpost.com)
Abbas: Pemerintah Palestina memiliki hak penuh untuk membela kedaulatan dan seluruh pentingan negara sesuai ketetapan-ketetapan hukum internasional.

NEW YORK, IndonesiaSatu.co -- Presiden Palestina Mahmoud Abbas menegaskan negaranya akan membatalkan seluruh kesepakatan yang pernah dicapai dengan Israel jika Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tetap berniat menguasai sebagian kawasan Tepi Barat.

Seperti disitir dari Sueddeutsche Zeitung, Sabtu (28/9/2019), penegasan Abbas diutarakan dalam pidatonya di depan sidang Majelis Umum ke-74 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kamis (26/9/2019) waktu setempat.

"Sikap kami jelas, jika Israel melanjutkan rencana ini (menguasai Tepi Barat) kami akan membatalkan seluruh perjanjian dengan pemerintah Netanyahu, termasuk seluruh kewajiban yang terkait di dalamnya," ungkap Abbas seperti dikutip dari sz.de.

Ia menambahkan, pemerintah Palestina memiliki hak penuh untuk membela kedaulatan dan seluruh pentingan negara sesuai ketetapan-ketetapan hukum internasional.

Abbas juga menekankan, pemerintahannya tetap berkomitmen pada hukum internasional dan pemberantasan teroriosme.

Penegasan di Sidang Majelis Umum PBB merupakan tanggapan resmi Palestina atas janji kampanye Netanyahu yang ingin menguasai Lembah Yordania di Tepi Barat jika partainya kembali memenangkan pemilihan umum Israel.

Pernyataan dan janji kampanye Netanyahu itu menuai tanggapan negatif dan kecaman masyarakat internasional dan pemimpin dunia, di antaranya Sektretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Sejarah mencatat, Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) yang saat itu dipimpin Yasser Arafat, menyetujui perjanjian damai yang disponsori oleh Amerika Serikat pada tahun 1990-an.


--- Rikard Mosa Dhae