Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

UKM Panen Kacang di Bojonegoro, Puspayoga Tegaskan Pentingnya Pola Kemitraan 05 Feb 2018 21:44

Article image
Panen perdana kacang tanah hasil kerja dengan pola kemitraan swasta dan masyarakat desa di Bojonegoro. (Foto: ist)
Panen perdana di atas lahan seluas 6,5 ha ini merupakan kemitraan antara PINBAS MUI, Garuda Food, Perhutani dengan petani yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

BOJONEGORO, IndonesiaSatu.co -- Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga melakukan panen perdana kacang tanah bersama Bupati Bojonegoro Suyoto, Direktur PINBAS MUI Azrul Tanjung, Komisaris Garuda Food Group Hartono Atmadja di Desa Alang Kemangi, Kecamatan Dander,  Bojonegoro, Senin (5/2). 

Panen perdana di atas lahan seluas 6,5 ha ini merupakan kemitraan antara PINBAS MUI, Garuda Food, Perhutani dengan  petani yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Menteri Puspayoga mengapresiasi pola kemitraan ini yang dinilai sebagai model yang bisa mewujudkan program Presiden Jokowi untuk pemerataan kesejahteraan rakyat.  

"Pertumbuhan ekonomi itu tidak hanya pertumbuhan untuk segelintir orang,  tapi bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Salah satu jawabnya melalui program kemitraan ini," kata Puspayoga usai panen perdana kacang tanah.  

Menteri mengatakan model ini memberikan keuntungan siginifikan bagi petani. Dalam satu hektare lahan kacang tanah,  dapat  menghasilkan pendapatan Rp18 juta tiap panen, sedangkan biaya produksi hanya Rp4 juta. 

"Artinya,  dari tiap hektare keuntungan petani Rp14 juta.  Kalau satu hektare dikelola 1 KK,  pendapatannya lumayan besar. Model ini harus dikawal terus agar bisa berhasil," lanjut Puspayoga.  

Menteri Puspayoga meminta agar petani membentuk koperasi agar lebih memudahkan petani melakukan kegiatannya mulai dari pengadaan bibit,  pembelian pupuk dan pemasaran. 

Komisaris Garuda Food Group Hartono Atmadja mengatakan pihaknya sangat bangga bisa bermitra dengan para kelompok petani kacang tanah dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Dia menegaskan program kemitraan akan terus dijalankan sesuai dengan misi perusahaan untuk memberi makna bagi masyarakat. 

Syafii Latuconsina, PIC PINBAS untuk pemberdayaan ekonomi umat berbasis pertanian, mengatakan  kerjasama dengan petani dilakukan oleh MUI secara nasional. Khusus di Bojonegoro,  pemberdayaan melalui pertanian kacang tanah. 

Disebutkan lebih dari 8000 petani yang tergabung dalam LMDH akan menanami 2.200 hektare tanah milik Perhutani.  Adapun Garuda Food menjamin pembelian hasil panen dengan harga yang telah disepakati, sekitar Rp5400/kg. "Dengan jaminan harga yang disepakati, petani mendapatkan harga terbaik," kata Syafii.  

Menurutnya kemitraan ini berhasil mengangkat pendapatan petani. PINBAS bertindak  memberikan pendampingan cara bertani yang benar sehingga produksi meningkat,  rata-rata 3-4 ton per hektare.  PINBAS juga memberikan bantuan kredit modal kerja untuk mendukung petani tidak berhenti menanam dengan alasan tidak punya modal.  

Syafii mengakui sebelum ada kemitraan hasil pertanian masyarakat di Kecamatan Dander tidak menentu.  Mereka menanami berbagai komoditas namun produksi rendah,  kualitas jelek akibatnya harga anjlok. 

Panen perdana kacang tanah merupakan  tindak lanjut Kongres Ekonomi Umat, MUI melalui Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (Pinbas) MUI dan KSP menggandeng PT Perhutani dan Garuda Food meluncurkan Program baru yaitu AGRIKANAS (Agribisnis Kacang Nasional) di Bojonegoro, Jawa Timur.

Realisasi tahap pertama kemitraan diwujudkan dengan  pelaksanaan  tanam raya perdana kacang tanah di Desa Dander, Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur pada 31 Oktober 2017. 

--- Sandy Romualdus

Komentar