Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

HANKAM Pangkostrad Edy Rahmayadi Konfirmasi Tetap Maju di Pilgub Sumut 20 Dec 2017 16:05

Article image
Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal Edy Rahmayadi. (Foto: liputan6.com)
Kabar pembatalan mutasi Edy Rahmayadi tidak memengaruhi komitmen partai pengusung dalam memberikan dukungannya pada Edy.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Panglima Komando Strategis Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi mengklarifikasi soal pembatalan mutasi atas dirinya. Edy mengatakan, pencalonan dirinya di pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgub Sumut) 2018 tetap berlanjut meskipun mutasi dirinya dibatalkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Tidak ada masalah (mutasi dibatalkan)," kata Edy saat dihubungi.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menerbitkan Surat Keputusan Nomor Kep/982.a/XII/2017, 19 Desember 2017 yang menganulir Keputusan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tentang mutasi 85 perwira.

Adapun keputusan Gatot yang dianulir Marsekal Hadi adalah Surat bernomor Kep/982/XII/2017 tertanggal 4 Desember 2017. Gatot mengeluarkan Surat Keputusan tersebut empat hari menjeleng lengser dari kursi Panglima TNI. Dengan pembatalan tersebut, terdapat 16 dari 85 pati tetap berada di posisinya semula.

Menurut Edy, aturan bagi prajurit TNI yang ingin masuk ke dunia politik sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

"Kan ada di undang-undang TNI, bagi prajurit TNI yang menginginkan ke politik agar menanggalkan keprajuritannya. Apa masalahnya?" ujar Edy dikutip ditulis CNNIndonesia.com, Rabu (20/12/2017).

Dalam Pasal 47 beleid tersebut, dijelaskan prajurit hanya dapat menduduki jabatan sipil setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas aktif keprajuritan.

Edy pun mengaku sudah mengajukan pengunduran diri sebagai prajurit aktif sejak awal dirinya ingin maju sebagai calon gubernur Sumatera Utara. Namun, ia tak menjelaskan secara rinci kapan pengunduran diri itu.

"Sudah dong (mengajukan pengunduran diri), kan saya sudah mengajukan pengunduran diri dari awal-awal saya mau maju sebagai gubernur, itu sudah sesuai undang-undang," ujarnya.

Keyakinan Parpol Pendukung

Edy saat ini mendapat dukungan tiga partai politik sebagai kendaraannya maju di Pilgub 2018. Ketiga parpol itu yakni Gerindra, PKS dan PAN.

Namun meski batal dimutasi, partai pengusung Edy tetap yakin Ketua Umum PSSI itu akan tetap mencalonkan diri di Pilgub Sumut.

"Kita yakin, Insya Allah beliau tetap maju," kata Ketua Ketua DPW PAN Sumut Yahdi Khoir Harahap, Rabu (20/12/2017).

Menurutnya, kabar pembatalan mutasi Edy ini tidak memengaruhi komitmen partai pengusung dalam memberikan dukungannya pada Edy. Bahkan tidak mengganggu dukungan politik pada Edy.

"Bagi kami yang sudah berkomitmen mendukung Pak Edy itu tak masalah, apapun akan kita hadapi," ungkapnya.

Yahdi berkeyakinan, Edy tak akan batal maju di Pilgub meski mutasinya dibatalkan. PAN berkeyakinan Edy akan pensiun dari prajurit TNI pada waktunya untuk memenuhi persyaratan mendaftar sebagai calon gubernur.

Keyakinan itu karena menurut Yahdi, Edy sudah punya tekad untuk maju di Pilgub dan membangun Sumut karenanya Edy diyakini akan mengorbankan karirnya di TNI untuk membuktikan tekadnya.

Di mata partai pendukung, pembatalan mutasi ini mengindikasikan adanya upaya pengganjalan pencalonan Edy. Popularitas serta elektabilitas Edy saat ini terus meningkat.

"Dalam politik itu, selalu ada rivalitas persaingan. Tapi kalau nanti yang berwenang tidak memberi dia pensiun, dia mengundurkan diri kan tak masalah. Itulah pengorbanan Edy," pungkasnya.

Bila PAN yakin bahwa Edy akan pensiun meski mutasi dibatalkan, namun PKS masih menunggu sikap resmi Edy usai pembatalan mutasi.

"Kita belum tahu. Kami masih menunggu pak Edy secara resmi langkah beliau selanjutnya," kata Ketua BP3 PKS Sumut Satria Yudha.

Hanya saja, ia memastikan, PKS tetap pada posisinya mendukung Edy Rahmayadi untuk maju di Pilgub Sumut bersama PAN dan Gerindra.

--- Simon Leya

Komentar