Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

PERTANIAN Panglima TNI: Wujudkan Cita-cita Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia 06 Jan 2017 12:42

Article image
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat panen padi. (Foto: Puspen TNI)
"Bangsa Indonesia diuntungkan sebagai negara agraris yang berada di garis ekuator, karena memiliki potensi melimpah dan didukung dengan kondisi geografis baik di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan lainnya…”

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Sebagai negara agraris, pemerintah Indonesia memiliki cita-cita menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045, sehingga harus segera menciptakan swasembada pangan, demi ketahanan nasional.

"Bangsa Indonesia diuntungkan sebagai negara agraris yang berada di garis ekuator, karena memiliki potensi melimpah dan didukung dengan kondisi geografis baik di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan lainnya," kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2017, yang mengangkat tema Bangun Lahan Tidur Untuk Meningkatkan Ekspor Dengan Pembangunan Infrastruktur Pertanian, di Jakarta, Kamis (5/1/2017).

Menurut Jenderal Gatot, setiap hari kurang lebih 41 ribu anak meninggal dunia, dan dalam setahun sekitar 15 juta anak meninggal dunia akibat kelaparan, kemiskinan dan gizi buruk. "Hal ini menunjukkan bahwa saat ini kondisi dunia sangat kritis terhadap ketersediaan pangan," ucapnya.

Lebih lanjut mantan KSAD ini mengatakan, ledakan jumlah penduduk meningkat tajam dan pada tahun 2017 diprediksi jumlah penduduk dunia akan mencapai angka delapan miliar. Sedangkan menurut para peneliti, populasi ideal penduduk dunia sekitar 3-4 miliar untuk dapat hidup dengan layak, namun realitasnya saat ini jumlah penduduk dunia sudah overload.

"Bila populasi penduduk tersebut tidak bisa diimbangi dengan ketersediaan pangan, maka akan memicu krisis dan inilah ancaman yang akan dihadapi penduduk dunia. Ancaman krisis pangan dan energi mampu memicu berbagai potensi konflik baru antar negara di masa mendatang," jelas Gatot.

Panglima TNI memaparkan bahwa jumlah penduduk dunia saat mengalami krisis energi pada 2043 mencapai sekitar 12,3 miliar jiwa, yang berarti hampir empat kali lipat populasi ideal penduduk bumi, dimana 9,8 miliar berada diluar ekuator dan hanya 2,5 miliar penduduk yang tinggal di garis ekuator.

"Ke depan konflik di dunia akan mengalami perubahan, hal tersebut dipicu oleh energi fosil akan habis pada 2043 dan hanya bisa digantikan dengan energi alternatif (energi hayati) yang bisa hidup sepanjang tahun dan hal itu hanya ada di wilayah ekuator yaitu Amerika Latin, Afrika Tengah dan Asia Tenggara, termasuk di dalamnya Indonesia," jelas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

--- Ernie Elu Wea

Komentar