Breaking News

REGIONAL Pantai-Pantai di Bali Terkubur Sampah Plastik Selama Musim Hujan 04 Jan 2021 09:28

Article image
Sampah berserakan di Pantai Kuta, pantai paling terkenal di Bali. (Foto: Coconuts)
Daya tarik wisata Pantai Kuta dan Legian dipenuhi hingga 60 ton sampah plastik setiap hari.

BALI, IndonesiaSatu.co -- Pantai Bali dipenuhi dengan berton-ton sampah jelek akibat musim hujan dan kegagalan kronis dalam sistem pengelolaan sampah di Indonesia.

Pihak berwenang mengatakan bahwa antara 30 dan 60 ton sampah dikumpulkan dari pantai paling terkenal di pulau itu setiap hari.

Sampah secara teratur menyerbu pantai Bali pada saat musim hujan dimulai, tetapi pihak berwenang mengatakan itu lebih buruk dari tahun-tahun sebelumnya.

Foto-foto menunjukkan gelombang pasang botol plastik yang menumpuk di sepanjang pesisir.

Wayan Puja, dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Badung yang meliputi pantai Kuta, Seminyak dan Jimbaran, mengatakan sampah terus berdatangan.

“Kami telah bekerja sangat keras untuk membersihkan pantai, namun sampah terus berdatangan,” kata Wayan kepada AAP seperti dikutip media terkenal Inggris The Guardian.

"Setiap hari kami mengerahkan personel, truk, dan pemuat kami."

Dia mengatakan lebih dari 30 ton sampah telah dipindahkan pada hari Jumat dari pantai-pantai di Kuta, Legian dan Seminyak dan jumlahnya meningkat dua kali lipat menjadi 60 ton pada hari Sabtu.

Wayan mengatakan, sampah yang membanjiri pantai Bali merupakan fenomena yang biasa terjadi sepanjang tahun ini, karena kondisi cuaca yang semakin parah.

Dr Gede Hendrawan, Kepala Pusat Penginderaan Jauh dan Ilmu Kelautan di Universitas Udayana Bali, mengatakan masalah terbesar adalah sistem penanganan sampah Indonesia yang tidak efektif.

“Masalah terbesar sebenarnya penanganan sampah belum efektif di Indonesia. Bali baru saja mulai menata ulang, juga Jawa baru mulai, ”ujarnya kepada AAP.

Gubernur Bali, Wayan Koster, mendesak tindakan serius untuk membersihkan pantai yang menjadi daya tarik wisata besar itu.

“Pemerintah Kabupaten Badung harus memiliki sistem penanganan sampah di Pantai Kuta yang dilengkapi dengan peralatan dan sumber daya manusia yang memadai sehingga bisa bekerja dengan cepat untuk membersihkan sampah yang terbawa ke pantai,” kata Gubernur.

“Apalagi pada musim hujan saat ada wisatawan yang berkunjung, sistem penanganan sampahnya harus bekerja 24 jam sehari. Jangan menunggu besok. "

Ribuan wisatawan biasanya berada di Bali sepanjang tahun ini, tetapi pandemi virus corona telah menghentikan perjalanan ke luar negeri dan hanya ada sedikit pengunjung.

Indonesia juga telah menutup perbatasannya untuk semua pendatang asing selama dua minggu sejak 1 Januari dalam upaya menghentikan penyebaran strain baru Covid-19.

Perekonomian Bali telah terpukul parah oleh pandemi yang telah menghancurkan industri pariwisata dengan hanya kedatangan wisatawan domestik yang kini menyusut.

Kakak beradik Rizkika Arshanty dan Rizkella Triara, dari Jakarta, mengatakan kepada AAP bahwa mereka kecewa mengunjungi pantai Kuta dan menemukannya tergenang sampah.

--- Simon Leya

Komentar