Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

PARIWISATA Pantura Ende, Panorama Alam Yang Terabaikan 01 Sep 2017 16:12

Article image
Garis pantai di daerah Nabe-Maukaro, Kabupaten Ende. (Foto: Guche Montero)
Semoga pemerintah daerah dan dinas terkait perlu mengoptimalkan potensi wisata yang ada sehingga dapat membawa dampak langsung bagi peningkatan kehidupan masyarakat sekitar.

WILAYAH pantai Utara Ende yang membentang dari kecamatan Maurole hingga kecamatan Maukaro berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata berbasis kawasan laut dengan keindahan panorama yang mampu memikat daya minat para wisatawan.

Pantauan IndonesiaSatu.co di salah satu daerah pesisir pantai tepatnya di Desa Nabe, Kecamatan Maukaro, Ende, Kamis (31/8/17), pesona laut yang masih terlihat natural memiliki daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang melintasi daerah tersebut juga masyarakat sekitar yang ingin mengabadikan momen menjelang matahari terbenam.

Saat ditemui, pasangan suami-isteri, Elisabeth dan Simon Sani yang mengaku berdomisili di kota Ende menuturkan bahwa garis pantai utara Ende memiliki potensi besar untuk dijadikan salah satu destinasi atau objek wisata.

"Jika ditata dan dioptimalkan pemanfaatannya oleh pemerintah daerah, maka pantai utara ini dapat menjadi salah satu objek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Jika sudah dioptimalkan, maka akan berdampak pada kehidupan masyarakat sekitar. Sayang, jika potensi alam laut yang ada tidak dikembangkan dengan baik sehingga hanya dinikmati oleh masyarakat sekitar tanpa ada akses keluar bagi para wisatawan baik domestik maupun manca negara," kata Simon.

Hal senada juga diungkapkan Ferdin Wawo selaku tokoh muda penggagas gerakan "Jaga Alam Cinta Generasi" yang mengharapkan atensi dan dukungan pemerintah daerah untuk berani berinvestasi guna mendorong pengembangan potensi destinasi wisata yang dimiliki.

"Destinasi wisata tentu tidak terlepas dari realisasi kebijakan juga alokasi anggaran daerah guna pembenahan infrastruktur, penataan alam, maupun sarana-prasarana pendukung sehingga potensi yang ada perlahan menjadi objek wisata. Diharapkan suatu terobosan sehingga potensi yang ada tidak terkesan diabaikan atau justru sekali kelak jatuh ke tangan investor asing untuk berinvestasi. Semoga pemerintah daerah dan dinas terkait perlu mengoptimalkan potensi wisata yang ada sehingga dapat membawa dampak langsung bagi peningkatan kehidupan masyarakat sekitar," ungkapnya.

Sementara Fiden menilai bahwa sejauh ini keindahan dan potensi alam sepanjang pantai utara Ende hanya sebatas tempat rekreasi pada akhir pekan.

"Biasanya pada hari Sabtu dan Minggu, beberapa daerah pantai seperti pasir putih di Maurole dan pantai Jagapos di desa Magekapa, kecamatan Maukaro, hanya dijadikan tempat rekreasi atau objek piknik keluarga. Jika dikembangkan secara baik sebagai objek wisata seperti di pantai Koka, Maumere, maka banyak wisatawan yang akan berkunjung sehingga masyarakat sekitar dapat merasakan dampaknya," nilainya.

Harapan terhadap optimalisasi potenai wisata laut juga diutarakan Nando Watu selaku tokoh muda pegiat dan pelaku Pariwisata Flores.

"Konsep pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) harus sejalan dengan realisasi konkrit. Kebijakan pemerintah daerah menjadi tolok ukur dalam upaya merealisasikan grand tourism design yang memprioritaskan eco-wisata. Dampak pariwisata yakni kehidupan sosial secara berkelanjutan. Masyarakat harus ditempatkan sebagai subjek/pelaku wisata bukan sebaliknya menjadi objek," tandas Nando.

 

--- Guche Montero

Komentar