Breaking News

INTERNASIONAL Para Donor Janjikan Lebih dari 1 Miliar Dolar untuk Bantu Afghanistan, Sekjen PBB Desak Keterlibatan Taliban 14 Sep 2021 13:30

Article image
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memberi isyarat tentang bantuan kepada Afghanistan, pada konferensi pers di Jenewa, Senin. (13/9/2021). (Foto: Franc 24)
Sekjen PBB mengatakan persediaan makanan bisa habis pada akhir bulan ini, dan Program Pangan Dunia mengatakan 14 juta orang berada di ambang kelaparan.

JENEWA, IndonesiaSatu.co -- Para donor menjanjikan lebih dari satu miliar dolar untuk membantu Afghanistan. Isyarat ini disampakian Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada sebuah konferensi pers di Jenewa pada hari Senin (13/9/2021) waktu setempat.

Kemiskinan dan kelaparan telah meningkat dan bantuan asing telah mengering sejak jatuhnya Kabul pada 15 Agustus – situasi putus asa yang berarti masyarakat internasional harus terlibat dengan Taliban untuk membantu yang membutuhkan, demikian menurut Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres seperti dilansir France 24 (13/9/2021) .

Setelah puluhan tahun perang dan penderitaan, warga Afghanistan menghadapi "mungkin saat yang paling berbahaya", kata Guterres dalam sambutan pembukaannya di konferensi donor Jenewa.

"Rakyat Afghanistan menghadapi kehancuran seluruh negara - sekaligus," lanjutnya.

Sekjen PBB mengatakan persediaan makanan bisa habis pada akhir bulan ini, dan Program Pangan Dunia mengatakan 14 juta orang berada di ambang kelaparan.

"Tidak mungkin memberikan bantuan kemanusiaan di Afghanistan tanpa melibatkan otoritas de facto," kata Guterres kepada wartawan di sela-sela konferensi donor, seraya menambahkan bahwa "sangat penting untuk terlibat dengan Taliban pada saat ini".

Taliban memerintah Afghanistan sesuai dengan interpretasi ketat mereka terhadap hukum Islam dari 1996-2001 dan digulingkan dalam invasi yang dipimpin oleh Amerika Serikat, yang menuduh mereka melindungi gerilyawan di balik serangan 11 September.

Mereka kembali berkuasa bulan lalu dalam serangan kilat ketika pasukan NATO pimpinan AS terakhir ditarik keluar dan pasukan pemerintah yang didukung Barat dilebur.

Dengan miliaran dolar aliran bantuan tiba-tiba berakhir karena antipati Barat dan ketidakpercayaan terhadap Taliban, beberapa pembicara di Jenewa mengatakan para donor memiliki "kewajiban moral" untuk terus membantu warga Afghanistan setelah keterlibatan 20 tahun.

Tetangga China dan Pakistan telah menawarkan bantuan.

--- Simon Leya

Komentar