Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

HUKUM Partai Gerindra Laporkan Ratna Sarumpaet ke Polda Metro Jaya 08 Oct 2018 15:11

Article image
Ratna Sarumpaet bersama politisi Partai Gerindra Fadli Zon. (Foto: Tribun News)
Dalam laporan bernomor LP/5381/X/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus, Taufiq mengatakan, Ratna dilaporkan karena merasa kebohongan yang disampaikan sangat merugikan Partai Gerindra.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Sudah jatuh tertimpa tangga. Mungkin itu yang sedang dialami aktivis Ratna Sarumpaet. Pasalnya, setelah ditetapkan sebagai tersangka, Ratna kini menghadapi laporan baru dari Partai Gerindra untuk kasus yang sama, penyebaran berita bohong (hoazx).

Laporan atas Ratna Sarumpaet ke Polda Metro Jaya disampaikan Sekretaris Lembaga Advokasi Hukum Gerindra DKI Mohamad Taufiqurrahman mewakili Partai Gerindra, Sabtu (6/10/2018).

Dalam laporan bernomor LP/5381/X/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus, Taufiq mengatakan, Ratna dilaporkan karena merasa kebohongan yang disampaikan sangat merugikan Partai Gerindra.

"Dengan kasus ini, sejumlah kader kami termasuk Pak Prabowo sebagai ketua partai yang dilaporkan karena dianggap turut menyebarkan berita bohong. Padahal, ungkapan empati itu timbul karena cerita dari yang bersangkutan (Ratna) sendiri," ujar Taufiq, kepada Kompas.com, Senin (8/10/2018).

Meski saat ini Ratna telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan atas kasus penyebaran berita bohong atau hoaks, lanjut Taufik, Partai Gerindra menilai laporan ini harus tetap dilayangkan.

"Karena seolah-olah Partai Gerindra yang disudutkan. Padahal, kami pun tidak menyangka Ibu Ratna berhohong, karena kami sudah kenal lama, Pak Prabowo sudah kenal lama. Jadi, kami tidak berpikir kalau yang diceritakan adalah rekayasa," papar dia.

Dalam laporannya, Partai Gerindra menyangka Ratna telah menyebarkan informasi untuk menimbulkan kebencian dan atau menyebarkan berita atau pemberitaan bohong. Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menerima empat laporan yang meminta polisi segera mengusut tuntas kasus ini.

Dalam laporan tersebut, tak hanya Ratna yang dilaporkan karena cerita penganiayaan atas dirinya di Bandung pada 21 September 2018 yang ternyata hoaks. Namun, calon presiden Prabowo Subianto dan wakilnya, Sandiaga Uno, serta sejumlah pihak seperti Fadli Zon, Rachel Maryam, Ferdinand Hutahean, Habiburokhman, dan Dahnil Anzar Simanjuntak, juga turut dilaporkan.

Sementara itu, pengacara Ratna, Insank Nasrudin, mengatakan kliennya siap menghadapi laporan tersebut.

"Artinya sekarang beliau fokus ke proses hukum. Kalau mereka mau laporkan beliau siap menghadapinya," kata Insank di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (8/10/2018).

Insank menghormati laporan dari pihak Prabowo Subianto terhadap kliennya. Dia menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara itu kepada polisi.

"Ya, sekarang setiap orang yang merasa dirugikan warga negara yang baik sah sah saja kalau mau melaporkan. namun apakah nanti unsurnya terpenuhi atau tidak yang penting polisi yang membuktikan," tuturnya seperti ditulis detik.com (8/10/2018).

Gerindra sebelumnya mempolisikan Ratna Sarumpaet terkait kasus hoax penganiayaan karena merasa dirugikan. Gerindra menegaskan tak ada kaitan penyebaran hoax tersebut dengan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Saya mewakili Gerindra untuk melaporkan Ratna Sarumpaet, itu kenapa? Itu kita melapor walaupun kita sama-sama tahu, Ratna sudah ditahan dan ditersangkakan, tapi ini sebagai bentuk penegakan hukum karena Gerindra sangat dirugikan atas peristiwa ini. Kenapa dirugikan? Karena pak Prabowo ketua umum kami," kata Sekretaris Lembaga Advokasi Hukum Gerindra DKI Jakarta, Mohamad Taufiqurrahman, saat dimintai konfirmasi. 

--- Simon Leya

Komentar