Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

PARIWISATA Partisipasi Komunitas Lokal Warnai “Sail to Indonesia” di Maurole-Ende 08 Sep 2017 15:51

Article image
Event Sail to Indonesia (Foto: Nando)
Pemberdayaan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam pengembangan pariwisata selain pengembangan infrastruktur sebagai penunjang.

ENDE, IndonesiaSatu.co -- Event "sail to Indonesia" ke-X yang digelar di Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende pada akhir Agustus lalu, menghadirkan nuansa pariwisata kerakyatan dengan melibatkan sejumlah komunitas pegiat pariwisata lokal dan masyarakat sekitar.

"Pemerintah pusat terus bersinergi dengan pemerintah daerah guna mendorong partisipasi dan pemberdayaan masyarakat melalui sektor pariwisata. Investasi di bidang pariwisata harus mengedepankan aspek sosial masyarakat sehingga masyarakat dapat merasakan dampak positif dari pariwisata. Partisipasi dan pemberdayaan masyarakat menjadi tolok ukur realisasi konsep pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) yang sedang dan terus dibangun oleh pemerintah dalam kerja sama lintas-sektor," kata pejabat yang mewakili Kementerian Pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, Derson Duka yang berkesempatan hadir pada event tersebut memberikan apresiasi dan berkomitmen untuk mengembangkan sektor pariwisata berbasis kerakyatan.

Menurut Derson, pengembangan sektor pariwisata membutuhkan pertisipasi dan kerjasama lintas-sektor di daerah baik pemerintah, komunits pegiat wisata, para pelaku wisata maupun masyarakat pada umumnya. Pariwisata hanya menjadi media atau sarana agar berbagai potensi lain ikut berkembang dan diberdayakan melalui sektor pariwisata. Perlu kerjasama yang sinergis agar pariwisata sungguh berdampak sosial bagi masyarakat.

“Jangan sampai pariwisata hanya menjadi jualan tanpa manfaat bagi peningkatan kehidupan masyarakat," kata Derson.

Sementara Mrs. Anna yang mewakili YACHT selaku penggagas event tahunan ini mengaku bangga karena kegiatan tersebut melibatkan masyarakat dan komunitas lokal hingga para penari dari berbagai sanggar seni.

"Bangga dan senang bisa bertemu dengan masyarakat, membeli hasil karya mereka, melihat pameran produk lokal serta semangat anak-anak yang luar biasa. Alam di sini sangat indah. Lautnya sangat menakjubkan. Bagusnya kalau di daerah pesisir pantai mulai dibangun homestay juga pusat pameran lokal. Diharapkan kerjasama dan kolaborasi multi-stakeholders untuk memajukan pariwisata. Masyarakat sangat antusias," tutur Mrs. Anna, perempuan berkebangsaan Australia ini.

Event "sail to Indonesia" ke-X ini menghadirkan 26 kapal laut dari 12 negara.

Menurut Nando Watu, pegiat wisata dari Swisscontact, konsep pariwisata berkelanjutan harus didukung dengan tingkat Sumber Daya Manusia (SDM) terutama kalangan muda dan masyarakat pada umumnya.

Dijelaskan Nando, pilot project pariwisata adalah manusia (masyarakat) sebagai pelaku/subjek. Pemberdayaan masyarakat harus menjadi prioritas utama selain pengembangan infrastruktur sebagai penunjang. Sumber daya masyarakat perlu disiapkan secara baik sehingga dilibatkan dan turut berpartisipasi memajukan pariwisata. Sebab, masyarakat adalah produsen utama dari berbagai produk lokal namun sejauh ini belum diberdayakan secara optimal.

“Nuansa kerakyatan perlu didorong secara terus-menerus sehingga pariwisata membuka akses yang luas bagi peningkatan ekonomi dan potensi masyarakat," ungkap Nando.

 

--- Guche Montero

Komentar