Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

POLITIK Pasca Kasus Hoax Sarumpaet, Survei: Jokowi-Ma’ruf 53,9 %, Prabowo-Sandi 28,3 % 05 Nov 2018 20:05

Article image
Pasangan Capres-Cawapres 2019-2024 Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga setelah penarikkan nomor urut. (Foto: Ist)
Kasus kebohongan publik yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet memiliki efek elektoral, sehingga elektabilitas pasangan capres-cawapres, Jokowi-Ma'ruf naik satu persen.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Pasca kebohongan Ratna Sarumpaet, elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin terus meningkat dibandingkan survei sebelumnya, dari 52,7 persen menjadi 53,9 persen. Peningkatan itu berdasarkan hasil survei yang digelar oleh lembaga Y-Publica.

"Kasus kebohongan publik yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet memiliki efek elektoral, sehingga elektabilitas pasangan capres-cawapres, Jokowi-Ma'ruf naik satu persen," kata Direktur Eksekutif Y-Publica, Rudi Hartono saat memaparkan hasil surveinya bertema "Politik Kebohongan Mengancam Pemilu 2019?", di Jakarta, Senin (5/11’2018).

Sementara elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menurun sekitar 0,3 persen dari 28,6 persen menjadi 28,3 persen. Ia, menilai tindakan Ratna tidak berdiri sendiri, melainkan terkait dengan posisinya sebagai salah satu juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi (71,5 persen). Menurut Rudi, kasus hoakspenganiayaan Ratna Sarumpaet berdampak luas pada masyarakat. Faktanya, hampir separuh responden (49,8 persen) mengaku mengetahui kabar itu.

Jika dilihat peta dukungan terhadap kedua pasangan capres-cawapres, Jokowi-Ma'ruf unggul di Pulau Jawa (54,5 persen), Bali dan Nusa Tenggara (56 persen), Sulawesi (56,3 persen), Kalimantan (59,2 persen), dan paling telak Maluku dan Papua (65,8 persen).

"Di pulau-pu|au tersebut, Jokowi-Maruf unggul rata-rata terpaut di atas 20 persen. Jokowi-Ma'ruf masih kalah di satu pulau, yakni Sumatra, di mana kubu Prabowo-Sandi unggul tipis sebesar 42,6 persen sedangkan Jokowi-Ma'ruf sebesar 40,8 persen," ucap Rudi.

Populasi survei yang dilakukan oleh Y-Publica adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak memilih dan dipilih, yaitu berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Jumlah sampel adalah 1.200 responden yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling), mewakili 34 provinsi di Indonesia.

Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka kepada responden terpilih dengan menggunakan kuesioner. Pengambilan data dilakukan pada 10-20 Oktober 2018 dan margin error adalah 2,98 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

--- Redem Kono

Komentar