Breaking News

KEUANGAN Pasca Merger, BTPN Pastikan Tidak Ada Pengurangan Karyawan 04 Feb 2019 14:58

Article image
Paparan kinerja Bank BTNP di Jakarta, Jumat (1/2/2019). (Foto: ist)
Manajemen BTPN menampik isu adanya PHK terhadap karyawan BTPN pasca merger dengan SMBCI. Hal itu disebabkan perbedaan entitas masing-masing perusahaan yang memiliki segmen usaha yang berbeda.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Direktur Utama BTPN Ongky Wanadjati Dana memastikan tidak akan ada pengurangan jumlah karyawan pasca melakukan merger dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI). 

"Tidak sama sekali. Karena tidak ada tumpang tindih antara bisnis korporasi kita dengan ritel,"tegas Ongky seusai konferensi pers di Menara BTPN, Jumat (1/2/2019).

Lebih jauh dijelaskan Ongky, hal ini disebabkan tidak ada tumpang tindih fungsi perusahaan sehingga tidak ada pengurangan jumlah karyawan yang saat ini dimiliki kedua perusahaan namun bisa dilihat sebagai peluang untuk menambah karyawan karena perluasan bisnis.

"Biasanya setelah merger ada perusahaan yang kurangi karyawan tapi kita istimewa. Justru ini bisa menjadi kesempatan tumbuh karena cabang kita akan lebih aktif. Kan cabang sudah bisa layani nasabah korporasi."

Dengan resmi bergabungnya BTPN dan SMBCI, berikut susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi:

  • Komisaris Utama (Independen): Mari Elka Pangestu
  • Komisaris: Takeshi Kimoto
  • Komisaris (Independen): Ninik Herlani Masli Ridhwan
  • Komisaris: Chow Ying Hong

Dewan Direksi:

  • Direktur utama: Ongky Wanadjati Dana
  • Wakil Direktur Utama:Kazuhisa Miyagawa
  • Direktur Kepatuhan: Dini Herdini
  • Direktur: Yasuhiro Daikoku
  • Direktur: Henoch Munandar
  • Direktur: Adrianus Dani Prabawa
  • Direktur: Hiromichi Kubo
  • Direktur: Merisa Darwis

Pasca-merger, total aset BTPN akan menjadi Rp189,92 triliun, kredit mencapai Rp133,25 triliun, dan dana pihak ketiga (DPK) jadi Rp98,97 triliun. Modal naik menjadi Rp27,81 triliun.

Pendapatan operasional BTPN mencapai Rp12,08 triliun dengan biaya operasional sebesar Rp6,41 triliun yang membuat laba bersih perusahaan menjadi Rp2,96 triliun.

BTPN juga memiliki rasio permodalan atau capital adequaty ratio (CAR) di level 22,9 persen. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross 0,7 persen dan rasio likuiditas atau loan-to-funding ratio (LFR) 86 persen.

--- Sandy Romualdus

Tags:
btpn

Komentar