Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

EKONOMI Pasca-Rapimnas, Presiden Jokowi Undang HIPMI Hadir di Istana 09 Mar 2018 21:07

Article image
Ketua BPD HIPMI NTT, Reynold Arthur Ivan Lay (tengah) saat menerima penghargaan Award dari Meneteri Perindustrian, Airlangga (kiri) didampingi Ketua BPP HIPMI, Bahlil (kanan) pada acara Rapimnas di Tangerang (Foto: Yuston Karwayu)
“Atas nama HIPMI NTT, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya atas penghargaan yang diberikan ini. Penghargaan ini menjadi dorongan motivasi agar ke depan kami terus memperjuangkan apa yang diharapkan pengusaha pemula di NTT,” kata

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Rabu (7/3/18) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Novotel, Tangerang, Banten. Kegiatan ini langsung dibuka oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) yang terus mendorong pertumbuhan ekonomi dalam situasi ekonomi global.

Sesuai rilis yang diterima media ini, Jumat (9/3/18), saat ini HIPMI di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia, tengah memperjuangkan diterbitkannya Undang-Undang Kewirausahaan.

“Sangat diharapkan agar HIPMI menjadi inkubator bagi pengusaha pemula guna mendorong lahirnya entrepreneur di Indonesia. Maka HIPMI terus mendorong agar Rancangan Undang-Undang (RUU) kewirausahaan dapat ditetapkan menjadi UU Kewirausahaan sehingga menjadi paying hukum bagi para pengusaha maupun pengusaha pemula di semua daerah. Ini juga berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dalam situasi ekonomi global yang cenderung tidak stabil,” ungkap Bahlil.

Hal yang sama ditegaskan Ketua panitia khusus (pansus) RUU Kewirausahaan Nasional, Andreas Eddy Susetyoaji. Menurutnya, saat ini Pansus sedang menggodok secara serius dan akan memadukan HIPMI sebagai inkubator untuk pengusaha pemula.

“Dalam forum dialog ekonomi dan bisnis III di hadapan 2000-an pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI, Pemerintah saat ini serius berpihak dan terus mendorong pertumbuhan ekonomi dari berbagai komponen termasuk HIPMI. Jika RUU Kewirausahaan berhasil ditetapkan menjadi UU Kewirausahaan, maka kami antusias mendorong entrepreneur di Indonesia guna mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Eddy.

HIPMI NTT terima penghargaan

Pada malam penutupan Sidang Dewan Pleno (SDP) II dan Rapimnas tersebut, Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI NTT, Reynold Arthur Ivan Lay, mendapatkan penghargaan (Award) dari Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI untuk kategori Pembina BPC terbaik. Penghargaan ini diserahkan oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI, Airlangga Hartarto.

Ketua BPD HIPMI NTT, Reynold Arthur pada kesempatan itu mengatakan bahwa penghargaan yang diterimanya merupakan buah dari kerja keras, kerjasama dan dukungan dari segenap senior, pengurus BPD dan BPC HIPMI se-NTT yang telah membawa HIPMI menjadi organisasi pengusaha muda yang terdepan dan solid.

“Atas nama HIPMI NTT, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya atas penghargaan yang diberikan ini. Penghargaan ini menjadi motivasi agar ke depan kami terus memperjuangkan apa yang diharapkan pengusaha pemula di NTT,” kata Arthur.

Ia mengatakan bahwa saat ini HIPMI NTT sedang gencar masuk ke sekolah dan Perguruan Tinggi untuk menularkan virus entrepreneur kepada para siswa dan mahasiswa.

“Kami tahu apa yang menjadi kebutuhan adik-adik pemula. Oleh karena itu, atas nama HIPMI NTT, kami akan terus berjuang melalui HIPMI. Kami juga menyampaikan secara langsung kepada Bapak Presiden RI agar serius membantu para pengusaha pemula, baik dalam bentuk permodalan maupun keringanan lainnya dari perbankan melalui RUU Kewirausahaan. Kami yakin, melalui kewirausahaan, selain mendorong pertumbuhan ekonomi, juga mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi para lulusan Sarjana dari berbagai disiplin ilmu,” tandas Arthur.

Hadir juga dalam forum SDP II dan Rapimnas HIPMI, Yohanes Agustino Masteriano selaku Sekretaris Umum, Muhammad Ikhsan Darwis sebagai Bendahara umum dan 11 unsur pengurus BPD HIPMI NTT.

Dukungan Presiden Jokowi

Sebagai langkah konkrit menggali informasi dan harapan pengusaha muda se-Indonesia, Presiden Jokowi mengundang para ketua umum BPD HIPMI untuk berdiskusi di Istana Presiden pada 15 Maret mendatang. Menurutnya, RUU Kewirausahan yang akan dibuat harus melibatkan semua komponen di daerah.

Sebelumnya, diberitakan media ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka acara Rapimnas ini menyampaikan bahwa tidak mudah mempertahankan pertumbuhan ekonomi dalam situasi ekonomi global yang penuh dengan ketidakpastian.

“Tetapi kalau kita lihat di G20, Indonesia perkembangan ekonomi yang sekarang ini pada posisi 3 dan 4 antara itu. Ranking kan kalau tidak di 3 besar, 4 besar. Artinya, kita sebetulnya masih berada pada posisi yang sangat baik,” tambah Presiden Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa optimisme ini perlu disampaikan kepada para pengusaha karena dirinya tidak ingin agar entrepreneur itu melihat dari sisi negatif terus. Ia menambahkan bahwa sudah saatnya untuk melihat dengan sisi positif, positive thinking, dan penuh rasa optimisme.

Mengenai Undang-Undang Kewirausahaan, Presiden menyampaikan persetujuan untuk diselesaikan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Saya setuju sekali Undang-Undang Kewirausahaan ini segera diselesaikan oleh DPR, yang di dalamnya menyangkut percepatan ekonomi untuk pengusaha-pengusaha pemula, itu penting sekali,” sambung Kepala Negara sebagaimana disampaikan Ketua Umum HIMPI bahwa pengusaha di Indonesia yang sebelumnya pada posisi 1,6 sekarang sudah pada angka yang lebih baik yaitu 3,01%.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan bahwa Undang-Undang ini perlu dipercepat. Ia menambahkan bahwa undang-undang atau regulasi dimaksud yaitu Undang-Undang Kewirausahaan yang  juga berkaitan dengan penyaluran kredit untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Saya juga setuju bahwa kredit yang disalurkan sekarang ini mungkin kurang biayanya, berupa 20% dari kredit yang ada. Ini sangat kecil sekali, kalau tadi Adinda (Ketua HIPMI, red) menyampaikan 30% saya masih berpikiran harusnya lebih dari itu, harusnya lebih dari 30%,” tandas Presiden Jokowi.

--- Guche Montero

Komentar