Breaking News

INTERNASIONAL Pasca Tragedi Ethiopian Airlines, China Hentikan Penggunaan Boeing 737-8 11 Mar 2019 14:40

Article image
Sebuah pesawat Boeing 737 Max 8 milik China Southern. (Foto: getty images)
Kecelakaan Ethiopian Airlines disebut mirip dengan tragedi jatuhnya pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Lion Air di Karawang, Oktober 2018, yang menewaskan 189 orang.

SHANGHAI, IndonesiaSatu.co --  Otoritas penerbangan China (CAAC) secara resmi mengeluarkan instruksi kepada maskapainya untuk menghentikan semua penerbangan dengan pesawat tipe Boeing 737 MAX 8 menyusul kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines pada Minggu kemarin.

Seperti dilansir Sueddeutsche Zeitung, Senin (11/3/2019),  langkah CAAC mengikuti keputusan yang telah diambil oleh maskapai Ethiopian Airlines untuk menghentikan sementara armada Boeing 737 Max 8 yang dimilikinya.

CAAC menegaskan, larangan itu harus dijalankan sesuai prinsip tanpa toleransi terhadap bahaya keselamatan yang dianut.

Para pengamat penerbangan berpendapat, kecelakaan Ethiopian Airlines kemarin sangat mirip dengan tragedi jatuhnya pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Lion Air di Karawang, Jawa Barat, Oktober 2018 lalu, yang  menewaskan 189 orang.

Boeing 737 Max 8 Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 itu jatuh sekitar 13 menit setelah lepas landas dalam penerbangan domestik dari Jakarta menuju Pangkal Pinang.

Dua kecelakaan fatal Boeing 737 Max 8 dalam waktu berdekatan dan dengan kronologi yang mirip mendorong CAAC untuk menghentikan penerbangan semua pesawat sejenis yang dimiliki.

"Dua kecelakaan pesawat Boeing 737 Max 8 yang masih baru dan terjadi selama fase tinggal landas, tentu memiliki beberapa tingkat kesamaan," ungkap Administrator Penerbangan Sipil China (CAAC) seperti dikutip dari sz.de, Senin (11/3/2019).

--- Rikard Mosa Dhae