Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

LINGKUNGAN HIDUP Patmi, Peserta Aksi Mengecor Kaki di Depan Istana Meninggal 21 Mar 2017 17:04

Article image
Mendiang Patmi (paling kanan) beberapa hari lalu, masih dengan pasung semen di kakinya, sedang beristirahat di sebuah ruangan di Gedung YLBHI Jakarta. (Foto:BBC)
YLBHI mengatakan, peserta aksi yang meninggal tersebut bernama Patmi. Dia meninggal pukul 02.55 WIB saat perjalanan ke rumah sakit. Diduga, Patmi meninggal karena sakit jantung.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Salah satu peserta aksi yang menolak pembangunan dan pengoperasian pabrik PT Semen Indonesia di Pegunungan Kendeng, Rembang Jawa Tengah dengan mengecor kaki di depan Istana Negara, dinyatakan meninggal dunia, Selasa (21/3/2017) dini hari.

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa, mengatakan, peserta aksi yang meninggal tersebut bernama Patmi. Dia meninggal pukul 02.55 WIB saat perjalanan ke rumah sakit. Diduga, Patmi meninggal karena sakit jantung.

Seperti diberitakan, sejumlah petani Pegunungan Kendeng memasung kakinya dengan semen saat menggelar aksi di depan Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (13/3/2017).

"Bu Patmi sebelumnya dinyatakan sehat dan dalam keadaan baik oleh dokter. Kurang lebih pukul 02:30 dini hari (Selasa, 21 Maret 2017) setelah mandi, bu Patmi mengeluh badannya tidak nyaman, lalu mengalami kejang-kejang dan muntah," demikian keterangan YLBHI.

Patmi segera dibawa ke Rumah Sakit Saint Carolus Salemba, namun menjelang tiba di rumah sakit, dokter menyatakan Patmi meninggal mendadak dengan dugaan jantung.

Jenazah Patmi langsung dipulangkan ke desa Larangan, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati untuk dimakamkan di desanya pada Selasa pagi.

YLBHI menyatakan, seluruh peserta aksi yang memasung kaki dengan semen sejak awal didampingi dan dipantau tim dokter yang siaga di YLBHI dan di lokasi aksi.

Aksi memasung kaki dengan semen sebagai bentuk protes pendirian pabrik semen di Pegunungan Kendeng tersebut berlangsung sejak 13 Maret 2017.

Pada Senin (20/3) sore, perwakilan warga diundang Kepala Kantor Staf Presiden, Teten Masduki untuk berdialog di Kantor Staf Kepresidenan.

Perwakilan demonstran menyatakan menolak skema penyelesaian konflik yang dinilai tertutup dan tidak menyertakan warga yang menolak pendirian pabrik semen PT Semen Indonesia dan pabrik semen lainnya di Pegunungan Kendeng.

Sebagian peserta aksi memutuskan untuk pulang ke Kendeng, namun sembilan orang lainnya masih bertahan dengan mengubah cara aksi.

Patmi merupakan salah satu warga yang berniat pulang, dan sudah melepaskan pemasungan semen di kakinya. Namun, sebelum tiba di kampung halamannya, ibu paruh baya itu berpulang ke pangkuan Tuhan.

--- Very Herdiman

Komentar