Breaking News

INTERNASIONAL Paus (Em.) Benediktus XVI: Saya Bukan “Co-Author” Buku Kardinal Sarah 16 Jan 2020 11:18

Article image
Paus emeritus Benediktus XVI. (Foto: kna/katholisch.de)
Kardinal Sarah: Kedekatan saya dengan Paus (Em.) Benediktus XVI dan ketaatan yang penuh kepada Paus Fransiskus tidak akan berubah.

VATIKAN, IndonesiaSatu.coPaus (Emeritus) Benediktus XVI membantah publikasi yang menyebut dirinya ikut menulis buku bersama Kardinal Robert Sarah. Pandangannya mengenai tradisi tradisi tidak menikah (selibat) para imam Katolik dalam buku tersebut menuai polemik di berbagai kalangan karena dinilai sebagai kritik terhadap Paus Fransiskus.

Dikutip dari Katolische Nachrichten-Agentur (KNA), Kamis (16/1/2020), Paus (Em.) Benediktus XVI telah menugaskan sekretaris pribadinya, Uskup Agung Georg Gaenswein, untuk meminta penerbit buku tersebut, Fayard-Prancis, menghapus nama dan fotonya.

Selain itu, Paus Emeritus juga meminta penerbit agar menghapus tanda tangannya di bagian pendahuluan maupun bagian akhir buku berjudul “Dari Kedalaman Hati Kami” (“Aus der Tiefe Unserer Herzen”) itu.

Paus  (Em.) Benediktus XVI menegaskan bahwa dirinya bukan mitra penulis buku bersama Kardinal Sarah yang dikenal konservatif.

Namun demikian, Gaenswein mengatakan, kontribusi di bagian utama buku dengan nama Paus emeritus adalah “100 persen tulisan Benediktus XVI”.

Buku tersebut diluncurkan pada Rabu (15/1/2020) di Prancis dan akan diikuti peluncuran di Jerman dan Amerika Serikat (AS) pada Februari mendatang.

Menurut Gaenswein, tulisan Paus (Em.) Benediktus XVI tentang kehidupan tidak menikah (selibat) para imam Katolik untuk buku tersebut diselesaikan pada musim panas 2019 lalu.

Ia menambahkan, Paus Emeritus mengetahui bahwa tulisannya itu akan dibukukan, namun tidak diberitahu mengenai pencantuman nama dan tanda tangannya di bagian awal dan akhir buku yang direncanakan saat itu.

“Ada kesalahpahaman dalam masalah ini tanpa mempertanyakan niat baik Kardinal Sarah,” ujar Gaenswein seperti dikutip dari katholisch.de, Kamis (16/1/2020).

Sementara itu, Kardinal Robert Sarah mengatakan, ia telah meminta persetujuan Paus (Em.) Benediktus XVI untuk dilibatkan dalam penerbitan buku tersebut.

Dalam penjelasan resminya Sarah menegaskan, Paus (Em.) Benediktus XVI mengungkapkan persetujuan dan rasa puas dengan rencana untuk menerbitkan buku bersama dirinya.

Hal itu diungkapkan dalam pertemuan mereka di Biara “Mater Ecclesiae” yang merupakan kediaman Paus (Em.) Benediktus XVI pada akhir November lalu.

Sarah juga menyatakan, ia menyesalkan semua polemik terkait buku terbarunya sekaligus menegaskan bahwa kedekatannya dengan Paus (Em.) Benediktus XVI dan ketaatan yang penuh kepada Paus Fransiskus tidak akan berubah.

Seperti diberitakan, dalam buku tersebut Paus (Em.) Benediktus XVI meminta Paus Fransiskus agar tidak memperlonggar peraturan tidak menikah atau tradisi selibat bagi para imam Katolik.

Ditegaskan juga bahwa tradisi selibat dalam Gereja Kaolik telah berusia lebih dari seribu tahun dan tetap merupakan “hal yang sangat fundamental” bagi para imam untuk memberikan pelayanan sepenuhnya.

Dalam naskah buku tersebut, Paus Emeritus yang berasal dari Jerman dan kini berusia 92 tahun  itu menyatakan, amat sulit bagi seseorang untuk melakukan pelayanan gerejani secara bersamaan sebagai pria menikah dan imam.

Pandangan tersebut diduga kuat berkaitan dengan wacana Paus Fransiskus mengizinkan para pria yang menikah menjadi imam Katolik di wilayah Amazon, Brazil. Wilayah tersebut diketahui mengalami masalah serius karena kekurangan imam (pastor).

Dengan pandangannya tersebut, Paus (Em.) Benediktus mengejutkan berbagai kalangan karena dinilai melupakan janjinya saat mengundurkan diri pada 2013 lalu bahwa ia akan “menarik diri dari dunia” dan “bersikap patuh” kepada penggantinya, Paus Fransiskus.

--- Rikard Mosa Dhae