Breaking News

INTERNASIONAL Paus Emeritus Benediktus XVI Ingatkan Paus Fransiskus Mengenai Tradisi Selibat Imam Katolik 14 Jan 2020 15:39

Article image
Paus Fransiskus (kiri) saat berjumpa dengan Paus emeritus Benediktus XVI. (Foto: spiegel.de)
Sikap Paus emeritus Benediktus XVI mengejutkan berbagai kalangan karena dinilai melupakan janjinya saat mengundurkan diri untuk “menarik diri dari dunia” dan “bersikap patuh”.

VATIKAN, IndonesiaSatu.co Paus emeritus Benediktus XVI meminta Paus Fransiskus agar tidak memperlonggar peraturan tidak menikah (tradisi selibat) bagi para imam Katolik.

Disitir dari Spiegel Online, Selasa (14/1/2020), hal tersebut menjadi salah satu bagian utama dalam buku terbaru Paus emeritus Benediktus XVI yang berjudul “Aus der Tiefe unserer Herzen” (“Dari Kedalaman Hati Kami”).

Buku tersebut ditulis Paus Benediktus, yang mengundurkan diri pada 2013, bersama Kardinal Robert Sarah yang dikenal konservatif.

“Saya tidak bisa tinggal diam,” ungkap Benediktus XVI seperti dikutip dari spiegel.de, Selasa (14/1/2020).

Paus Benediktus XVI menegaskan, kehidupan selibat para imam Katolik harus dijalankan tanpa pengecualian.

Ia juga menyatakan, Gereja Katolik tidak boleh membiarkan dirinya dipengaruhi oleh “pandangan maupun sikap yang buruk dan teatrikal, kebohongan-kebohongan yang jahat, dan kekeliruan-kekeliruan yang semakin menjadi tren”.

Kedua penulis buku tersebut mengingatkan, berbagai persoalan yang terus diangkat seputar selibat bisa membuat para imam Katolik “cemas dan tidak nyaman”.

Ditegaskan juga bahwa tradisi selibat dalam Gereja Kaolik telah berusia ribuan tahun dan menjadi “hal yang sangat fundamental” bagi para imam untuk memberikan pelayanan sepenuhnya.

Paus emeritus yang berasal dari Jerman itu menyatakan, amat sulit bagi seseorang untuk melakukan pelayanan gerejani secara bersamaan sebagai pria menikah dan imam.

Pandangan tersebut ditengarai berkaitan dengan wacana Paus Fransiskus mengizinkan para pria yang menikah menjadi imam Katolik di wilayah Amazon, Brazil.

Saat ini wilayah tersebut mengalami masalah serius karena kekurangan imam (pastor).

Keputusan Paus Fransiskus terkait hal tersebut sedang ditunggu-tunggu dalam beberapa minggu ke depan.

Sebelumnya, pada bulan Oktober lalu, para Uskup peserta Sinode untuk Wilayah Amazon di Roma menyerukan agar Paus Fransiskus membuka kemungkinan bagi para pria menikah di wilayah Amazon untuk ditahbiskan menjadi imam Katolik.

Benediktus XVI merupakan paus pertama sejak abad Pertengahan yang mengundurkan diri dari jabatan kepausan.

Sikap dan pandangan Paus emeritus itu mengejutkan berbagai kalangan karena dinilai melupakan janjinya untuk “menarik diri dari dunia” dan “bersikap patuh” kepada otoritas tertinggi Gereja Katolik.

Sejarawan dan pakar teologi dari Universitas Villanova, Massimo Faggioli, mengatakan, Paus Benediktus XVI bisa saja membuat pelanggaran dengan publikasi terbarunya karena dianggap melakukan intervensi dan kritik langsung terhadap penggantinya, Paus Fransiskus.

--- Rikard Mosa Dhae