Breaking News

INTERNASIONAL Paus Fransiskus: Upayakan Solusi Dua Negara untuk Konflik Israel-Palestina 26 Dec 2017 08:56

Article image
Paus Fransiskus ketika menyampaikan pesan dan berkat
Sebelumnya, Paus Fransiskus menyerukan agar “status quo” di Yerusalem tetap dijaga untuk menghindari ketegangan baru yang bisa memicu kekerasan di kawasan Timur Tengah.

VATIKAN, IndonesiaSatu.co – Paus Fransiskus menyerukan negosiasi solusi dua negara guna menyelesaikan konflik antara Israel dan Palestina. Dikutip dari laman Sueddeutsche Zeitung/sz.de, Selasa (26/12/2017), hal itu disampaikan dalam pesan kepada dunia “Urbi et Orbi” di balkon Basilika Santo Petrus, Vatikan, Senin siang (25/12/2017) waktu setempat.

Seperti diberitakan, hubungan kedua negara dan situasi di Yerusalem kembali memanas menyusul pengakuan Amerika Serikat (AS) atas status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel yang memicu kemarahan dunia.

“Kita berdoa agar kemauan untuk kembali dialog dapat terjadi di antara kedua negara (Israel dan Palestina). Kita berharap, solusi bisa tercapai yang memungkinkan koeksistensi damai dua negara dalam batas-batas yang disepakati dan diakui secara internasional," ujar Paus Fransiskus seperti dikutip dari sz.de, Selasa (26/12/2017).

Ini adalah kali kedua Paus Fransiskus berbicara mengenai Yerusalem sejak Presiden AS Donald Trump mengumumkan keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada 6 Desember 2017.

Beberapa saat setelah pengumuman Trump, Paus Fransiskus langsung menyerukan agar “status quo” di Yerusalem tetap dijaga untuk menghindari ketegangan baru yang bisa memicu kekerasan di kawasan Timur Tengah.

Sebelumnya, pada puncak ibadah/misa Natal 2017 Paus Fransiskus mengangkat beberapa isu dan permasalahan global lainnya untuk diperhatikan umat Katolik sedunia, di antaranya mengenai dukungan dan ajakan untuk membantu para pengungsi.

Paus mendesak negara-negara Barat untuk mengesampingkan nasionalisme dan rasa takut pada imigran dan membuka pintunya untuk membantu mereka. Hal itu kembali disampaikan Paus untuk mengingatkan dunia akan masalah pengungsi yang perlahan semakin tersisihkan.

--- Rikard Mosa Dhae