Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

INTERNASIONAL Paus Fransiskus Desak Pemimpin Dunia Wujudkan Perdamaian 16 Apr 2018 11:42

Article image
Paus Fransiskus ketika menerima kunjungan Presiden AS Donald Trump di Vatikan, Mei 2017. (Foto: vaticannews.va)
Paus mengaku “terganggu” dengan penggunaan senjata kimia yang berdampak mematikan dan dapat menjadi alat pemusnah massal.

VATIKAN, IndonesiaSatu.co -- Pemimpin tertinggi umat Katolik dunia Paus Fransiskus mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kekerasan di dunia, khususnya serangan terhadap kemanusiaan di Suriah. Dikutip dari Vaticannews.va, Senin (16/4/2018), Paus mendesak para pemimpin dunia agar benar-benar mewujudkan perdamaian global.

Seruan Paus itu disampaikan ketika memimpin Doa Angelus di alun-alun Basilika Santo Petrus, Kota Vatikan, Minggu (15/4/2018).  

“Sekali lagi saya serukan kepada para pemimpin politik dunia agar berupaya dengan segala cara sehingga keadilan dan perdamaian sunguh-sungguh menjadi pemenang,” demikian seruan Paus Fransiskus seperti dilansir Vaticannews.va.

Pemimpin Katolik berusia 81 tahun itu juga mengutarakan kesedihannya atas serangan dengan menggunakan senjata kimia di Douma, Suriah, pada awal April lalu. Serangan tersebut diketahui menewaskan puluhan orang, termasuk warga sipil.

Paus mengaku “terganggu” dengan penggunaan senjata kimia yang berdampak mematikan banyak orang. Ia mengatakan, senjata kimia merupakan alat pemusnahan.

Seruan Paus tidak terlepas dari rentetan peristiwa di Suriah dalam dua pekan terakhir. Seperti diberitakan, rezim Presiden Bashar al-Assad diyakini telah menggunakan serangan dengan senjata kimia untuk memerangi kelompok separatis dan ISIS.

Serangan senjata kimia Suriah kemudian ditanggapi oleh Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Prancis dengan kekuatan militer. Sejumlah kapal perang dan jet tempur dikirim ke perairan Mediterania dan pangkalan militer AS di Qatar.

Pada Jumat (13/4/2018) malam waktu Suriah, AS dan aliansinya membombardir Damaskus dan Homs, dengan target utama sejumlah fasilitas kimia Suriah.

Serangan yang dikecam oleh beberapa negara, terutama Rusia dan Iran, itu diketahui melukai tiga orang dan merusakkan sejumlah bangunan.

--- Rikard Mosa Dhae