Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INTERNASIONAL Paus Fransiskus Himbau Biarawan-Biarawati Tinggalkan Media Sosial 02 Aug 2016 10:02

Article image
Paus Fransiskus. (Foto: UPI.com)
Paus menilai, aktivitas di media sosial dapat membuat para biarawan dan biarawati berpotensi lalai dan mengalihkan perhatian dari kewajiban keagamaan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Pemimpin tertinggi Gereja Katolik sekaligus pemegang otoritas tertinggi Vatikan, Paus Fransiskus, menghimbau para biarawan dan biarawati untuk secara bijak menggunakan media sosial seperti Facebook dan Twitter. Himbauan ini terkesan aneh karena Paus sendiri diketahui memiliki pengikut di Twitter sebanyak 9,6 juta dan 2,8 juta di Instagram.

Kendati demikian, sebagaimana dilansir Metro, Senin pekan lalu (25/7), Paus menilai aktivitas di media sosial dapat membuat para biarawan dan biarawati berpotensi lalai dan mengalihkan perhatian dari kewajiban keagamaan. Bahkan, Paus juga meminta kepada biarawan-biarawati untuk meninggalkan smartphone.

Imbauan ini dirilis oleh Konstitusi Apostolik dengan judul 'Mencari Wajah Tuhan'. Dalam rilis tersebut, Paus mendesak biarawan-biarawati menghindari media sosial karena dapat mengganggu dan menyita waktu. Di samping itu, Paus mengharapkan biarawan-biarawati selalu fokus pada 12 aspek keagamaan, termasuk doa dan Firman Tuhan.

Namun, Paus mengakui bahwa smartphone dan tablet merupakan dua alat yang sangat berguna untuk menjalin komunikasi. Tapi, pemimpin Gereja Katolik itu memperingatkan penggunaannya dapat menyebabkan para biarawan-biarawati lalai dari tuntutan hidup bersaudara.

Paus juga memperingatkan biarawan dan biarawati supaya tidak membiarkan aktivitas apa pun menghalangi kehidupan kontemplatif mereka.

Gaya Komunikasi

Romo Benny Susetyo, dalam sebuah tulisan, memberikan beberapa catatan terkait Paus dan media sosial. Dikatakan Romo Benny, sejak  Paus  Fransiskus  menjabat, wajah Gereja universal berubah total  terutama terkait komunikasi yang mampu  memberi sebuah pantulan cinta kasih nyata  dalam ruang publik.

“Kemampuan  untuk menyapa  umat  dengan gaya lugas, jelas serta kata-kata membuminya menjadi model  komunikasi. Bagi Paus, penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan komunikasi sangatlah penting,” kata Romo Benny.

Paus, lanjut Romo Benny, juga sadar betul bahwa Gereja  harus mampu membaca tanda zaman, di mana  sekarang dunia banyak didominasi dunia maya. Gereja lantas berbenah diri dengan mengubah ‘penampilan’ sejak Paus Fransiskus bertahta di Vatikan menggantikan Paus Benedictus XVI. Mantan Uskup Agung Buenos Aires, Argentina, yang bernama asli Kardinal Jorge Maria Bergoglio ini mengubah gaya komunikasi Vatikan.

Uskup Roma  yang rendah hati ini  memohon doa dari khalayak setelah terpilih menjadi Paus yang diucapkan dari balkon apartemen Vatikan usai konflaf untuk pemilihan paus baru. Sosok tidak “jaim” dan sering melayani ajakan selfie ini sekarang  akrab dengan instagram.

Untuk komunikasinya di instagram, Paus bahkan memiliki dua akun. Saat merilis akun pribadinya dengan nama Fransciscus, foto profil yang dipasang adalah sosok Paus Fransiskus yang tengah berlutut saat berdoa dengan pesan “Pray for me” dalam sembilan bahasa.

Akun pribadi ini berbeda dengan akun resmi Vatikan. Yang menarik, baru sejam dirilis, akun Paus Fransiskus  sudah menuai pengikut sebanyak 100.000. Sebagaimana dilansir CNN, akun pribadi di jejaring instagram itu dibuat tak lama setelah Paus bertemu Kevin Systrom, CEO Instagram, dua pekan sebelum akhirnya akun pribadinya muncul.

--- Sandy Romualdus

Komentar