Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INTERNASIONAL PBB Sahkan Resolusi Perlindungan Warga Sipil Palestina 14 Jun 2018 10:55

Article image
Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Foto: DPA)
Meski memenuhi harapan dan desakan sejumlah negara, Resolusi Sidang Majelis Umum PBB tidak mengikat secara hukum seperti halnya resolusi Dewan Keamanan PBB.

NEW YORK, IndonesiaSatu.co --   Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mensahkan sebuah resolusi mengenai perlindungan untuk warga sipil Palestina dalam Sidang Majelis Umum di New York, Amerika Serikat (AS), Rabu (13/6/2018).

Seperti dilansir Huffingtonpost.de, Kamis (14/6/2018), resolusi tersebut disahkan melalui pemungutan suara dengan hasil 120 berbanding delapan dan 45 abstain.

Tujuan utama resolusi itu adalah "menjamin keselamatan dan kesejahteraan warga sipil dan menjamin perlindungan mereka, serta memastikan pertanggungjawaban bagi semua pelaku pelanggaran".

Resolusi terbaru yang dihasilkan oleh Sidang Umum PBB itu merupakan harapan negara-negara yang khawatir dengan peningkatan konflik Palestina dan Israel di Jalur Gaza.

“Resolusi itu mencela penggunaan kekuatan secara berlebihan dan tidak seimbang oleh militer Israel terhadap warga sipil Palestina,” demikian salah satu pernyataan yang dikutip dari Huffingtonpost.de, Kamis (14/6/2018).

Meski memenuhi harapan dan desakan sejumlah negara, Resolusi Sidang Majelis Umum PBB tidak mengikat secara hukum seperti halnya resolusi Dewan Keamanan PBB.

Sementara itu, Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan, resolusi Sidang Majelis Umum secara jelas "memihak" Palestina dan menganggap Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) "sepenuhnya tak bertanggung-jawab" dan hanya menyalahkan Israel atas konflik di Jalur Gaza.

Sebelumnya, Haley mengajukan perubahan draf resolusi agar PBB juga mengutuk Hamas dan menuntutnya bertanggungjawab karena " melakukan provokasi dengan berulang kali menembakkan roket ke wilayah Israel".

Ia menegaskan, Hamas berada di balik konflik Israel dan Palestina karena memicu kerusuhan di sepanjang perbatasan Jalur Gaza sehingga menimbulkan ancaman dan korban di kalangan warga sipil.

--- Rikard Mosa Dhae

Komentar