Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

POLITIK PBNU Sarankan Cawapres Jokowi dari Kadernya 04 Jul 2018 09:47

Article image
Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini. (Foto: Ist)
Salah satu figur yang dianjurkan NU untuk maju sebagai calon Wakil Presiden mendampingi Joko Widodo adalah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini mengatakan pihaknya menyarankan agar Presiden Jokowi menjadikan salah satu kader Nahdlatul Ulama menjadi pendampingnya atau wakil presiden.

Salah satu figur yang dianjurkan NU untuk maju sebagai calon Wakil Presiden mendampingi Joko Widodo adalah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Dukungan itu disampaikan dalam acara silaturahim DPP PKB dengan PBNU di kantor PBNU, Jakarta Pusat.

"Ya disampaikan tadi para kiai, para ulama yang meminta agar salah satu kader NU jadi pendamping Pak Jokowi," ujar Helmy, Selasa (3/7/2018).

Jelang pendaftaran calon Presiden beserta Wakil Presiden, Helmy mengatakan perlunya warga NU dilibatkan dalam proses pencalonan pemimpin untuk 5 tahun kedepan terhitung sejak 2019 nanti. Sebab menurutnya, organisasi masyarakat Islam tertua itu turut andil dalam menjaga keutuhan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

"Secara informal beberapa hari yang lalu juga menyampaikan agar NU ikut menjadi pilar utama dalam menjaga demokrasi Pancasila," ujarnya.

Sementara belum ada pernyataan dari PKB atas dukungan PBNU terhadap dukungan ke sang ketua umum. Tak terlihat pula Muhaimin atau Cak Imin mendatangi acara halal bi halal PBNU, meski dalam daftar bangku tamu undangan tercantum namanya.

Jelang proses pendaftaran Capres-Cawapres pada 4 hingga 11 Agustus sejumlah nama muncul untuk digadang gadang mendampingi Jokowi kembali bertarung menduduki jabatan Presiden. Di antara nama populer jelang pendaftaran adalah Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, mantan Ketua MK Mahfud MD hingga Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Gerindra dan PKS hingga kini masih ingin mendukung Prabowo Subianto sebagai calon Presiden.

--- Redem Kono

Komentar