Breaking News

BERITA Peduli Anak NTT Terdampak Covid-19, DPP PATRIA Dorong Peran Kelembagaan lewat Webinar 28 Aug 2021 00:49

Article image
Softcover Webinar oleh DPP PATRIA. (Foto: Dok. PATRIA)
DPP PATRIA mengajak negara dan seluruh entitas masyarakat untuk bergerak dan terlibat aktif dalam membangun sinergitas antar-lembaga guna memastikan pemenuhan dan perlindungan hak-hak anak.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perkumpulan Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PATRIA) mengangkat Topik "Anak dalam Pusaran Pandemi" dalam kegiatan Webinar yang akan dilaksanakan pada Sabtu (28/8/2021) besok.

Dalam rilis yang diterima media ini, Jumat (27/8/21), dijelaskan bahwa anak-anak merupakan salah satu kelompok yang paling rentan dalam pusaran pandemi.

Pasalnya, anak-anak rentan tertular Covid-19, rentan akibat layanan kesehatan yang tidak dapat diakses secara maksimal, tidak mendapatkan pembelajaran yang baik, kerentanan yang meningkat akibat eksploitasi dan kekerasan selama masa pandemi, maupun kerentanan akibat kehilangan orang tua akibat wabah Covid-19.

"Meski pandemi Covid sudah berjalan lebih dari satu setengah tahun, namun hingga kini pengendalian penyebaran Covid-19 masih membutuhkan upaya yang cukup besar; baik dalam penerapan protokol kesehatan, program vaksinasi, maupun upaya pemulihan aspek sosial, ekonomi, pendidikan hingga birokrasi," demikian pernyataan dalam rilis.

DPP PATRIA menyebut, meskipun belum ada data pasti yang dirilis secara Nasional maupun Provinsi, terutama data anak-anak yang terdampak Covid maupun yang kehilangan orang tuanya, namun menurut sumber yang dirilis oleh www.covid.go.id tanggal 25 Agustus 2021, tercatat jumlah penderita terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia telah mencapai 4.026.837 orang dengan jumlah kematian 129.293 orang.

Sebanyak 12,9% (16.679 orang) dari angka kematian, dialami oleh kelompok usia produktif yakni usia 31-45 tahun; 36,8% (45.579 orang) dialami oleh kelompok usia 46-49 tahun.

Dari data tersebut, Kementerian Sosial memberikan prediksi jumlah anak yang telah kehilangan orang tua (yatim/piatu, red) yakni 11.045.

DPP PATRIA juga menampilkan data di level Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagaiman diambil dari https://jollyfrankle.github.io/ yang menghimpun data dari Satgas Provinsi, Satgas Kabupaten di Provinsi NTT, tercatat hingga 25 Agustus 2021; terdapat 63.119 kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 dengan jumlah kematian mencapai 1.318 jiwa (berbeda dengan data Satgas Covid-19 Provinsi NTT yang menyebut jumlah meninggal sebanyak 1232 jiwa) per 25 Agustus.

Meski demikian, pada kedua data tersebut tidak merinci jumlah kematian akibat Covid -19 berdasarkan usia dan jenis kelamin.

Menyikapi realita akibat wabah pandemi yang menimpa anak-anak, DPP PATRIA mengajak negara dan seluruh entitas masyarakat untuk bergerak dan terlibat aktif
dalam membangun sinergitas antar-lembaga guna memastikan pemenuhan dan perlindungan hak-hak anak.

Menurut DPP PATRIA, mengacu pada Protokol Pengasuhan Anak dalam situasi Pandemi, terdapat beberapa lembaga yang dapat berperan yakni Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, P2TP2A/UPTD PPA, dan KPAD/PATBM.

"Peran dan keterlibatan antar-lembaga diharapkan dapat memastikan perawatan medis, psikososial, pengasuhan alternatif bagi anak, hingga jaminan dan pemenuhan hak mereka; baik jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang," demikian bunyi pernyataan.

Oleh karena itu, guna memastikan gambaran dan peran konkrit antar-lembaga dimaksud, DPP PATRIA akan menghadirkan para Narasumber dalam webinar, baik dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi NTT, Satgas Covid-19 Provinsi NTT, Wakil Ketua DPRD
Provinsi NTT, Praktisi dan pemerhati anak dari Save the Children.

--- Guche Montero

Komentar