Breaking News

INSPIRASI Peduli ODGJ, Belasan Artis Tanah Air Gelar Dialog dengan KKI NTT di Ende 04 Oct 2019 22:19

Article image
Pastor Avent sedang memberikan buku karyanya berjudul Belum Kalah kepada para artis di Ende (Foto: David Mosard)
“Melalui buku ini, saya titipkan masalah penderita gangguan jiwa kepada kalian agar kita mencari solusinya secara bersama,” tutur Pastor Avent.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Belasan artis dari Jakarta, Selasa (01/10/19) menggelar dialog terkait masalah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang selama ini intens ditangani oleh Kelompok Kasih Insanis (KKI).

Acara dialog berlangsung di ruang pertemuan Kantor Pegadaian Cabang Ende, dengan narasumber Ketua dan Pendiri KKI Provinsi NTT, Pastor Avent Saur, SVD didampingi Pemeran Film-Sinetron dan Model, Prisia Nasution serta Aktor dan Presenter Ananda Omesh.

Para artis dimaksud antara lain Ananda Omesh, Imam Darto, Tora Sudiro, David John Scaap, Denny Chasmala, Erix Soekamti, Ferry Maryadi, Eddi Brokoli, Isa Bajaj, Surya Insomnia, Alit Shitlicious Susanto, Prisia Nasution.

Dilansir Voxntt.com, pada awal dialog, Ananda Omesh menceritakan bahwa para artis yang tergabung dalam wadah Motorbike tersebut telah melakukan empat kali adventure sejak 2016 dengan mengelilingi Indonesia.

Pada tahun 2019, Motorbike Adventure melakukan perjalanan dengan menjelajahi wilayah Timur Indonesia khususnya Pulau Flores mulai dari Labuan Bajo sampai Larantuka, dan Pulau Timor mulai dari Kupang hingga Atambua. Adventure 2019 ini dilaksanakan sejak 28 September hingga 5 Oktober.

“Kami jalan-jalan untuk mengenal masyarakatnya secara lebih dekat, terutama untuk menemui dan berdialog dengan tokoh inspiratif seperti Pastor Avent Saur,” kata Omesh, Presenter televisi dalam acara 60 Minutes, Insert Pagi, Indonesia Mencari Bakat, dan Missing Lyrics tersebut.

Sementara Prisia Nasution, Pendiri Yayasan Kopi Panas Foundation mengatakan pelayanan sosial kemanusiaan yang dijalankan oleh Pastor Avent bersama para sukarelawan KKI di Provinsi NTT telah menginspirasi banyak orang dalam upaya memajukan pembangunan kesehatan jiwa di Indonesia.

“Saya dengar tentang Pater Avent dari seorang kawan. Kami berterima kasih karena ketika dihubungi, beliau bersedia untuk ditemui dan berdialog tentang kisah perjuangannya,” katanya.

Menurut penerima Penghargaan Aktris Utama Terbaik pada Festival Film Indonesia 2011 ini, perjuangan para sukarelawan KKI patut diapresiasi dan didukung. Sebab melalui sukarelawan, sekian banyak orang dengan gangguan jiwa bisa mendapat pelayanan dan pertolongan dari sesamanya.

Yayasan Kopi Panas Foundation, kata pameran film Laskar Pelangi ini, siap memberikan bantuan agar pelayanan terhadap mereka yang menderita gangguan jiwa di NTT bisa semakin baik pada waktu mendatang.

Pulihkan Pasien dan Hapus Stigma

Dalam dialog tersebut, Ketua dan Pendiri KKI Peduli Orang dengan Gangguan Jiwa Provinsi NTT, Pastor Avent Saur mengatakan, perjuangan mengatasi masalah gangguan jiwa membutuhkan dukungan banyak pihak.

Sebab menurutnya, yang ditangani para sukarelawan bukan hanya terkait masalah gangguan jiwa itu sendiri, melainkan juga membongkar stigma atau pandangan negatif tentang gangguan jiwa dan tentang penderitanya.

"Gangguan jiwa hanyalah salah satu dari sekian banyak penderitaan yang dialami setiap manusia. Karena itu, sebagaimana penderita sakit batuk misalnya, dengan mudah mengakses pelayanan kesehatan, demikian juga semestinya para penderita sakit jiwa. Kita terus berjuang agar keadilan dalam pelayanan kesehatan itu terwujud,” tutur Pastor Avent.

Menurut Pastor Avent, dukungan para selebritas tentu amat berfaedah bagi upaya pembongkaran stigma tentang penderita dan gangguan jiwa. Sebab, para selebritas bisa dengan mudah mempromosikan edukasi kesehatan jiwa dan pemahaman yang benar tentang gangguan jiwa kepada para penggemarnya.

Selain itu, kepada para artis, Pastor Avent juga menjelaskan pandangan yang benar tentang gangguan jiwa, termasuk menguraikan secara jelas tentang kata “gila” yang sering diucapkan oleh masyarakat ketika berbicara atau melihat penderita gangguan jiwa.

Buku “Belum Kalah"

Hadir pula pada kesempatan itu, beberapa penderita gangguan jiwa korban pasung, para sukarelawan KKI Ende, Kepala dan para staf Kantor Pegadaian Cabang Ende serta undangan lain.

Sebelum foto bersama, Pastor Avent memberikan kenang-kenangan berupa Buku hasil karyanya yang berjudul “Belum Kalah” kepada Prisia Nasution, Ananda Omesh, dan Alit Shitlicious Susanto serta Kepala Kantor Pegadaian Cabang Ende.

“Melalui buku ini, saya titipkan masalah penderita gangguan jiwa kepada kalian agar kita mencari solusinya secara bersama,” tutur Pastor Avent. 

--- Guche Montero

Komentar