Breaking News

KESEHATAN Peluang Sembuh Pasien Kanker Darah Usai Donor Sumsum Tulang 06 Mar 2019 17:24

Article image
Ilustrasi donor sumsum tulang. (Foto: kompas.com)
Transplantasi sumsum tulang diperlukan dalam pengobatan leukemia adalah agar pasien dapat diberikan pengobatan dengan kemoterapi dosis tinggi dan atau terapi radiasi.

SETELAH genap tiga pekan dirawat di National University Hospital Singapura akibat kanker darah, istri mantan Presiden RI  Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),  Kristiani Yudhoyono akhirnya mendapat donor sumsum tulang belakang dari adik kandungnya sendiri, Pramono Edhie Wibowo .

Pertanyaannya, seberapa besar peluang seorang penderita kanker darah mengalami kesembuhan setelah mendapat donor sumsum tulang?

Berikut ini penjelasan dr. Dyan Mega Inderawati, seperti dilansir klikdokter.com. Transplantasi sumsum tulang merupakan prosedur di mana sumsum tulang yang rusak digantikan dengan sumsum tulang yang sehat. Sumsum tulang yang rusak dapat disebabkan oleh dosis tinggi kemoterapi atau terapi radiasi. Selain itu, transplantasi sumsum tulang juga berguna untuk mengganti sel-sel darah yang rusak karena kanker.

Transplantasi sumsum tulang dapat menggunakan sumsum tulang pasien sendiri yang masih sehat. Hal ini disebut transplantasi sumsum tulang autologus. Transplantasi sumsum tulang juga dapat diperoleh dari orang lain. Bila didapat dari kembar identik, dinamakan transplantasi syngeneic. Sedangkan bila didapat dari bukan kembar identik, misalnya dari saudara kandung, dinamakan transplantasi allogenik. Sekarang ini, transplantasi sumsum tulang paling sering dilakukan secara allogenik.

Kenapa transplantasi sumsum tulang diperlukan dalam pengobatan Leukemia? Alasan utama dilakukannya adalah agar pasien tersebut dapat diberikan pengobatan dengan kemoterapi dosis tinggi dan atau terapi radiasi. Untuk mengerti kenapa transplantasi sumsum tulang diperlukan, perlu mengerti pula bagaimana kemoterapi dan terapi radiasi bekerja.

Kemoterapi dan terapi radiasi secara umum memengaruhi sel yang membelah diri secara cepat. Mereka digunakan karena sel kanker membelah diri lebih cepat dibandingkan sel yang sehat. Namun, karena sel sumsum tulang juga membelah diri cukup sering, pengobatan dengan dosis tinggi dapat merusak sel-sel sumsum tulang tersebut. Tanpa sumsum tulang yang sehat, pasien tidak dapat memproduksi sel-sel darah yang diperlukan. Sumsum tulang sehat yang ditransplantasikan dapat mengembalikan kemampuan memproduksi sel-sel darah yang pasien perlukan.

Efek samping transplantasi sumsum tulang tetap ada, yaitu kemungkinan infeksi dan juga kemungkinan perdarahan karena pengobatan kanker dosis tinggi. Hal ini dapat ditanggulangi dengan pemberian antibiotik ataupun transfusi darah untuk mencegah anemia. Bagi pendonor, walaupun kemungkinannya kecil dapat terjadi kerusakan jaringan sekitar saat pengambilan sumsum tulang dan juga terdapat risiko infeksi di sekitar area pengambilan.

Apabila berhasil dilakukan transplantasi sumsum tulang, salah satu sumber menyebutkan kemungkinan pasien sembuh sebesar 70-80%, tapi masih memungkinkan untuk kambuh lagi. Akan tetapi angka ini sangat dipengaruhi oleh kondisi awal sebelum dilakukan transplantasi sumsum tulang dan respon tubuh setelah dilakukan transplantasi.

--- Simon Leya

Komentar