Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

HANKAM Pembatalan Skep Oleh Marsekal Hadi, Jenderal Gatot: Boleh-Boleh Saja, Sah Saja 24 Dec 2017 16:11

Article image
Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. (Foto: ist)
Menurut Jenderal Gatot, keputusan untuk memutasi 85 Pati TNI bukanlah keputusan sepihak, melainkan hasil dari sidang bersama di lingkungan TNI.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Pembatalan keputusan Jenderal Gatot Nurmantyo oleh Panglima TNI yang baru Marsekal Hadi Tjahjanto masih menimbulkan polemik, terutama di kalangan TNI sendiri.

Meskipun demikian, Jenderal Gatot sendiri mengaku tidak begitu mempermasalahkan pembatalan tersebut. Menurutnya, keputusan Hadi merupakan hak prerogatifnya sebagai Panglima TNI.

“Boleh-boleh saja, sah saja. Ya, itu saya katakan melantik saya kasih kesempatan ke beliau,” ujarnya.

“Dan saya katakan, sengaja saya tidak melantik karena memberikan kesempatan untuk panglima yang baru, Pak Hadi untuk mengevaluasi,” jelasnya.

“Namanya evaluasi bagaimana yang terbaik bagi beliau. Kan beda pandangan,” tambah mantan KSAD ini.

Sebagaimana diberitakan, Marsekal Hadi membatalkan mutasi 16 perwira tinggi (Pati) TNI yang dilakukan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Padahal, menurut Gatot, keputusan untuk memutasi 85 Pati TNI bukanlah keputusan sepihak, melainkan hasil dari sidang bersama di lingkungan TNI.

“Saya sampaikan bahwa, keputusan yang saya keluarkan itu adalah hasil sidang bersama-sama, ditandatangani juga oleh kepala staf angkatan,” kata Gatot usai acara Sewindu Haul Gus Dur di Jakarta, Sabtu (23/12/2017).

Sebelumnya, Gatot memutasi 85 Pati TNI empat hari menjelang pergantian jabatan Panglima TNI. Keputusan ini dikukuhkan dengan diterbitkannya Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/982/XII/2017 pada 4 Desember 2017 lalu.

Namun, 15 hari kemudian, Marsekal Hadi menganulir mutasi16 dari 85 Pati melalui Surat Keputusan Nomor Kep/982.1/XII/2017 tanggal 19 Desember 2017.

--- Simon Leya

Komentar