Breaking News

INTERNASIONAL Pemerintah Austria Tutup Dua Masjid Pasca Serangan Teror di Wina 07 Nov 2020 12:23

Article image
Polisi Austria berjaga di pusat kota Wina setelah serangan teror. (Foto: spiegel.de)
Hasil penyelidikan menyebutkan, dua masjid tersebut diduga kerap dikunjungi oleh pelaku penembakan yang diidentifikasi bernama Kutjim Fezulai.

WINA, IndonesiaSatu.co -- Pemerintah Austria memerintahkan penutupan Masjid At-Tauhid dan Masjid Melit Ibrahim di kota Wina terkait aksi teror yang menewaskan empat orang di kota tersebut pada awal pekan ini.

Disitir dari Spiegel Online, Sabtu (7/11/2020), perintah penutupan dua masjid tersebut dilakukan setelah pemerintah mengadakan pertemuan khusus dengan komunitas muslim Austria.

Hasil penyelidikan menyebutkan, dua masjid tersebut diduga kerap dikunjungi oleh pelaku penembakan yang diidentifikasi bernama Kutjim Fezulai.

Menteri Dalam Negeri Austria Karl Nehammer mengatakan penutupan masjid merupakan langkah tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba melanggar hukum di Austria.

"Kami akan selalu menghadapi tantangan dari pihak-pihak yang melakukan kekerasan, organisasi kriminal yang berusaha bersembunyi di balik supremasi hukum, struktur hukum. Hal ini akan menjadi pertempuran permanen," kata Nehamamer seperti dikutip dari Spiegel.de, Sabtu (7/11/2020).

Sementara itu, Menteri Integrasi Susanne Raab memastikan, pelaku penembakan, Kutjim Fejzulai, kerap mengunjungi dua masjid tersebut.

Secara tegas ia menolak tudingan bahwa penutupan masjid tersebut merupakan tindakan diskriminasi terhadap umat Islam Austria.

Seperti diberitakan, serangan teror di Wina terjadi setelah aksi teror di Nice, Prancis, di mana empat orang dibunuh oleh seorang pria keturunan Tunisia.

Selain menutup masjid-masjid yang ditengarai berkaitan dengan pelaku teror, Austria juga akan menindak sejumlah organisasi yang berhaluan radikal dan mengancam keamanan negara.

--- Henrico Penu