Breaking News

HUKUM Pemerintah dan DPRD Ende Minta Polisi Usut Tuntas Kematian Ansel Wora 06 Nov 2019 18:38

Article image
Bupati Ende, H. Djafar Achmad. (Foto: m.rri.co.id)
"Atas nama Kepala Daerah, kami mendukung kinerja aparat kepolisian untuk bertindak profesional dan meminta agar pihak penyidik Polres Ende dapat mengungkap tuntas peristiwa kematian ini," kata Bupati Djafar.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten turut memberi perhatian serius atas peristiwa kematian salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Perhubungan Kabupaten Ende, Anselmus Wora yang ditemukan meninggal secara misterius di Dusun Ekoreko, Desa Rorurangga, Kecamatan Pulau Ende,  Kamis (31/10/19) malam Wita.

Bupati Ende, H. Djafar Achmad meminta Kepolisian Resort Ende agar mengungkap tuntas sebab dan motif di balik peristiwa tragis yang telah menyedot perhatian dan simpati publik dari berbagai kalangan.

"Atas nama Kepala Daerah, kami mendukung kinerja aparat kepolisian untuk bertindak profesional dan meminta agar pihak penyidik Polres Ende dapat mengungkap tuntas peristiwa kematian ini," kata Bupati Djafar kepada awak media usai mengikuti sidang Paripurna DPRD Ende, Selasa (5/11/19).

Bupati Djafar juga menerangkan, saat kejadian dirinya masih berada di Jakarta. Selaku Bupati, Dirinya mengaku tidak pernah menugaskan stafnya untuk berangkat ke Pulau Ende guna kepentingan memperbaiki Dinamo Strom mobil DAK.

Soal Almarhum dijemput oleh sopir Bupati Ende untuk berangkat ke Pulau Ende, lanjut Bupati Djafar, itu urusan pribadi. Tidak ada perintah lisan maupun tertulis kepada sopirnya, karena saat mereka berangkat ke Pulau Ende, dirinya sedang berada di Jakarta.

Tanggapan DPRD Ende

Ketua DPRD Ende, Fransiskus Taso kepada wartawan mendesak agar kasus kematian staf Dinas Perhubungan Kabupaten Ende harus diusut tuntas Kepolisian Resort Ende, karena kematiannya dinilai tidak wajar.

"Secara kelembagaan, DPRD Ende akan bersurat ke pihak Kepolisian (Polres Ende, red) untuk segera menyelidiki kasus ini sampai tuntas sehingga bisa diketahui siapa pelaku dan motif sesungguhnya. Karena kematian ini banyak kejanggalan yang membuat keluarga merasa tidak wajar," ungkap Ferry.

Desakan senada juga disampaikan Anggota DPRD, Mahmud Bento Jegha. Mahmud menegaskan, Polres Ende harus bekerja profesional dan segera mengungkapkan siapa pelaku dan aktor intelektual di balik kematian Ansel Wora tersebut.

"Tentu kita tidak menginginkan agar kejadian serupa kembali menimpa para ASN di Kabupaten Ende. Karena kasus serupa juga telah menelan korban jiwa, di mana salah satu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK ) mega proyek Stadion Marilonga Ende, Almarhum Felix Aso juga meninggal tidak wajar di jalan Anggrek Ende. Karena itu, Polres Ende diminta untuk kembali mengusut semua peristiwa misterius soal kematian para ASN di Kabupaten Ende termasuk korban Ansel Wora," tegas Politisi Partai Demokrat yang akrab disapa Bento ini.

Bento menilai, kasus kematian Ansel Wora di Pulau Ende sama halnya dengan kasus kematian Felix Aso yang hanya diklaim mengalami lakalantas di jalan Anggrek Ende, namun hingga saat ini motifnya belum terungkap.

"Ini menjadi aneh jika aparat kepolisian di daerah ini tidak melakukan penyelidikan dan menanggapi kasus-kasus seperti ini hingga tintas. Ini yang tidak kita harapkan. Jika ini dibiarkan terus berlanjut, maka akan banyak kasus yang sama terjadi ke depan lalu didiamkan tanpa proses hukum. Jangan sampai ada staf atau orang yang mengetahui persoalan-persoalan di dinas tertentu, kemudian dijadikan target untuk dibunuh. Jangan kita kembangun daerah ini dengan Darah ASN," tegas Bento.

Oleh karena itu, Kepolisian Resor Ende didesak untuk segera mengusut tuntas kasus kematian misterius staf Dishub, Ansel Wora dan mantan PPK pada Dinas PPO Kabupaten Ende, Felix Aso, yang diduga meninggal tidak wajar.

"Mari membangun marwah hukum dengan menegakkan keadilan dan menjamin kesetaraan bagi semua pencari keadilan. Jadikan hukum sebagai panglima di atas kepentingan apa pun," pungkasnya.

--- Guche Montero

Komentar