Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

PERTANIAN Pemerintah Dorong Peremajaan Kebun Kakao untuk Genjot Produksi 27 Feb 2017 18:17

Article image
Hasil panen kakao mentah yang belum diolah (Foto: Ist)
Jika Indonesia mampu menaikkan produksi hingga 1,5 juta ton pertahun maka Indonesia akan menduduki posisi nomer dua di dunia.

MAKASAR, IndonesiaSatu.co -- Dalam rapat badan kerjasama pembangunan regional Sulawesi, pemerintah menegaskan akan fokus melakukan peremajaan kebun kakao untuk mengejar target produksi nomer kedua terbesar di dunia.

"Kita saat ini masih nomer tiga besar produksi kakao dunia, kita ingin tingkatnya agar menjadi nomer dua," kata Wakil Presiden Indonesia, M Jusuf Kalla di Makasar, Sulawesi Selatan Senin (27/2/2017).

Menurutnya, saat ini 60% produksi kakao Indonesia dihasilkan oleh empat propinsi di Sulawesi. Satu-satunya cara meningkatkan produksi harus ada peremajaan, karena dihasilkan oleh tanaman rakyat. Dengan demikian perlu disiapkan skema pembiayaan bagi pengadaan bibit dan pendukung lainnya.

“Pembiayaan untuk pengadaan bibit dibiayai oleh KUR dan juga menyiapkan peran industri. Dengan demikian diusahakan tidak banyak menggunakan dana dari APBN,” ujarnya.

Wapres menjelaskan produksi kakao Indonesia saat ini baru 800 ribu ton pertahun dan ditargetkan dinaikan hingga dua kali lipat hingga mencapai 1,5 juta ton. Akibat perkembangan industri di Indonesia justru mengalami kekurangan pasokan kakao.

Ia menegaskan, jika Indonesia mampu menaikkan produksi hingga 1,5 juta ton pertahun maka Indonesia akan menduduki posisi nomer dua di dunia.

--- Ernie Elu Wea

Komentar