Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

KUR Pemerintah Genjot Serapan Dana KUR Capai Rp 100 Triliun Akhir Tahun 26 Jun 2016 17:57

Article image
Menteri Koperasi dan UKM AAN Puspayoga. (Foto: ist)
Sampai dengan Juni tahun 2016, total serapan di Bali capai Rp 600 miliar lebih. Sementara untuk seluruh Indonesia mencapai Rp 7,1 triliun.

DENPASAR, IndonesiaSatu.co -- Menteri Koperasi dan UKM AAN Puspayoga optimis jika serapan dana KUR sampai dengan akhir tahun 2016 ini akan mencapai Rp 100 triliun. Hal ini disampaikan Puspayoga saat bertemu dengan ratusan anggota HIPMI Bali dalam acara buka puasa bersama Sabtu malam (25/6) di Denpasar.

"Kita optimis dan berharap agar sampai dengan akhir tahun ini dana KUR yang terserap capai Rp 100 miliar. Pemerintah akan terus berupaya keras agar dana KUR cepat diserap secara efektif karena dampak perkembangan ekonomi akan sangat besar," ujarnya.

Selain optimisme capaian serapan Rp 100 triliun, Puspayoga mengaku akan terus mengupayakan agar menurunkan bunga serendah-rendahnya. "Pemerintah sedang mengkaji lagi untuk menurunkan lagi suku bunga KUR. Sebelumnya, dari 12 persen turun menjadi 9 persen. Kita akan mengupayakan agar bunganya diturunkan lagi. Tujuannya agar para pelaku UKM tidak terbebani dengan bunga dan nyaman melakukan inovasi usahanya," ujarnya.

Sementara Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo yang ikut mendampingi Puspayoga dalam pertemuan dengan para pengusaha muda di Bali tersebut menjelaskan, sampai dengan 20 Juni 2016, total serapan dana KUR sudah mencapai Rp 51,2 triliun.

"Jadi optimisme Pak Menteri Puspayoga memang benar adanya. Sampai dengan 20 Juni kemarin serapan dana KUR sudah mencapai Rp 51,2 triliun. Masih ada waktu ada waktu 6 bulan ke depan ini dan kita optimis bukan hanya mencapai target tetapi bisa melebihi target," ujarnya.

Menurutnya, ada 7 bank penyalur dana KUR namun seajuh ini menurut laporan, BRI menduduki posisi paling banyak terutama di wilayah Denpasar dan Yogyakarta. "Laporan dari BRI, totalnya ada 19 wilayah di Indonesia tetapi yang paling banyak terserap adalah di Denpasar dan Yogyakarta, namun saya tidak hafal persis angkanya. Kedua wilayah ini saling bersaing dalam penyerapan dana KUR," ujarnya.

Sementara Direktur Utama Lembaga Pengelolah Dana Bergulir (LPDB) Koperasi dan UMKM Kementerian Koperasi dan UKM Kemas Danial menjelaskan, Bali dan Denpasar memiliki serapan yang terbanyak penyerapan LPDB di Indonesia.

"Kalau KUR itu dana masyarakat yang ada di bank, sementara LPDB itu mengolah dana APBN. Makanya bunganya lebih rendah daripada KUR. Makanya Bali terbanyak serap dana LPDB," ujarnya.

Sampai dengan Juni tahun 2016, total serapan di Bali capai Rp 600 miliar lebih. Sementara untuk seluruh Indonesia mencapai Rp 7,1 triliun.

--Arnold Janssen

Komentar