Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

INDUSTRI Pemerintah Kembangkan Ekonomi Digital Berbasis Industri dan e-Commerce 22 Sep 2017 17:30

Article image
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara Global Innovation Index Conference 2017 di Jakarta (Foto: Biro Pers Kemenperin)
Daya saing manufaktur dan potensi ekonomi digital yang ada di Indonesia harus diimbangi dengan inovasi teknologi. Hal ini perlu dibutuhkan pusat-pusat inovasi industri untuk menunjang peningkatan SDM, kemajuan teknologi dan penumbuhan wirausaha baru.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Pemerintah Indonesia akan mendorong pengembangan ekonomi digital melalui basis industri dan perdagangan elektronik (e-commerce). Salah satu kunci sukses pelaksanaannya adalah perlu penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (information and communication technologies/ICT).

“Pemerintah telah membangun infrastruktur dalam bentuk jaringan fiber optik, proyek Palapa Ring, dan kapasitas bandwidth yang diperbesar,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara Global Innovation Index Conference 2017 di Jakarta, Rabu (20/9).

Menperin menjelaskan, peningkatan penggunaan smartphone di Tanah Air juga membuat penerapan ekonomi digital menjadi semakin kuat dan cepat.

“Jumlah smartphone yang beredar sekarang lebih dari 130 juta unit. Sisanya perangkat 3G yang tengah bermigrasi ke 4G. Kalau sudah 4G semua, jumlahnya bisa mencapai 230 juta unit. Setiap tahun penjualannya sekitar 60 juta unit,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dalam pengembangan ekonomi digital yang berbasis industri atau nilai tambah, Kementerian Perindustrian telah menyiapkan langkah-langkah dalam menghadapi era Industry 4.0.

Kemenperin pun terus mengajak agar para pelaku industri nasional segera menangkap peluang dalam pengembangan teknologi digital terkini seperti artificial intelligentrobotic, dan 3D printing. Tujuannya untuk lebih efisien dan meningkatkan produktivitas. Sejumlah manufaktur besar yang telah siap memasuki era Industry 4.0, di antaranya industri semen, petrokimia, otomotif, serta makanan dan minuman.

Menurut Menperin, daya saing manufaktur dan potensi ekonomi digital yang ada di Indonesia harus diimbangi dengan inovasi teknologi. Hal ini perlu dibutuhkan pusat-pusat inovasi industri untuk menunjang peningkatan SDM, kemajuan teknologi dan penumbuhan wirausaha baru.

“Kami komitmen untuk memajukan pusat inovasi industri seperti yang ada di Bali, Batam, Bandung dan Surabaya,” tuturnya.

Salah satu bentuk nyata adalah pembangunan Nongsa Digital Park (NDP) di Batam. Kawasan ini akan menjadi basis sejumlah pelaku industri kreatif di bidang digital seperti pengembangan startup, web, aplikasi, program-program digital, film dan animasi.

Sementara itu yang berbasis platform e-commerce, pemerintah mulai memfasilitasi dalam proses logistik, kemudahan impor tujuan ekspor, dan pembiayaan.

“Kami tengah melakukan harmonisasi regulasi, termasuk perpajakan, cukai, payment gateway, sehingga bisa membuat produk lokal bisa beredar di pasar ASEAN,” lanjutnya.

Sejalan hal tersebut, Kemenperin telah memacu perluasan pasar bagi industri kecil dan menengah (IKM) melalui pembangunan sistem e-Smart IKM.

“Kami memformulasikan digital environment untuk meningkatkan pertumbuhan IKM di dalam negeri. Kami juga mengidentifikasi beberapa IKM yang sudah memanfaatkan market place, seperti sektor makanan dan minuman, perhiasan, kosmetik, fesyen serta kerajinan,” paparnya.


 

--- Ernie Elu Wea

Komentar