Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

KUR Pemerintah Luncurkan KUR Berorientasi Ekspor 06 Apr 2016 19:56

Article image
Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Braman Setyo. (Foto: www.seputarukm.com)
Fasilitas kredit ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk ekspor UMKM.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co - Pemerintah meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat Berorientasi Ekspor (KURBE). Fasilitas kredit ini diberikan sebagai stimulus kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing produk ekspor UMKM berbasis kerakyatan.

Fasilitas kredit ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk ekspor UMKM.

Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Braman Setyo mengatakan KURBE menyediakan fasilitas pembiayaan ekspor yang lengkap dan terpadu untuk modal kerja (Kredit Modal Kerja Ekspor/KMKE) dan investasi (Kredit Investasi Ekspor/KIE) bagi UMKM.

“Dengan tingkat suku bunga 9% tanpa subsidi, penyaluran kredit ini bakal ditangani Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia/LPEI (Indonesia Exim Bank),” ujar Braman dalam keterangan resminya di Jakarta Rabu (6/6/2016)

Dikatakannya, KURBE ini berjangka pembayaran paling lama 3 tahun untuk KMKE dan/atau 5 tahun untuk KIE, dengan batas maksimal KURBE Mikro adalah sebesar Rp 5 Miliar. Sedangkankan KURBE Kecil maksimal kredit yang bisa diberikan sebesar Rp 25 Miliar (dengan ketentuan maksimal KMKE sebesar Rp 15 Miliar) dan KURBE Menengah maksimal sebesar Rp 50 Miliar (dengan ketentuan maksimal KMKE sebesar Rp 25 Miliar).

Braman mengatakan, sasaran utama KURBE adalah supplier/plasma yang menjadi penunjang industri dan industri/usaha yang melibatkan banyak tenaga kerja sesuai skala usahanya.

Ia mengatakan, KURBE berbeda dengan KUR pada umumnya sehingga perlakuannya juga berbeda. Karena itu, para pelaku UKM yang ingin mendapatkan fasilitas KURBE harus bermitra dengan pelaku usaha yang memiliki jaringan ekspor yang sudah berjalan dan secara kontinyu sudah berlangsung. Kemitraan ini yang akan membawa manfaat bagi pelaku UKM dalam tranfer knowledge.

Dikatakannya, pada Kamis (31/3) lalu telah diluncurkan KURBE di Surabaya antara lain PT. Samudra Kencana Mina Sidoarjo Jawa Timur yang bermitra dengan usaha mikro untuk memproduksi seefood yang akan diekspor, dan PT. Perwira Multijaya Kencana yang bermitra dengan usaha mikro. Perusahaan ini memproduksi elektrikal dan mekanikal untuk kebutuhan industri.

“Ini potensi yang akan digarap oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sehingga nanti tidak ada kata sulit untuk mendapat pembiayaan yang murah dengan bersinergi dengan pelaku usaha di lini mikro,”ujarnya.

 

--- Very Herdiman

Komentar