Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

KEAMANAN Pemerintah RI-RDTL Sepakat Aktifkan Pos Imigrasi Laktutus 07 Jul 2018 14:56

Article image
Pertemuan pejabat imigrasi RI dan RDTL di pos Imigrasi Laktutus (Foto: trbun.poskupang.com)
“Kesepakatan tersebut bertujuan untuk mengfungsikan kembali pos imigrasi Laktutus. Ini adalah sebuah kebutuhan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pelintas batas," ungkap Azwar.

ATAMBUA, IndonesiaSatu.co-- Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Republik Democratic Timor Leste (RDTL) melalui kantor imigrasi Kelas II Atambua dan Dirjen Imigrasi Timor Leste, Jumat (6/7/18) bersepakat untuk mengaktifkan Pos Imigrasi Laktutus, Kecamatan Nanaet Dubesi Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Fatumea (RDTL).

Kesepakatan kedua negara tetangga ini dilakukan secara lisan saat menggelar pertemuan di Kantor Desa Fohoeka, setelah sehari sebelumnya Atase KBRI Timor Leste, Theodorus Simar Matha dan Dirjen Imigrasi Timor Leste, Boavida Ribeiro melakukan kunjungan ke Laktutus

Kepala Kantor Imigrasi Klas II Atambua, Azwar Anas mengatakan bahwa kesepakatan tersebut dibuat mengingat selama ini Pos Imigrasi Laktutus tidak berfungsi karena ketiadaan petugas dan pos imigrasi Timor Leste di titik perbatasan dimaksud.

“Kesepakatan tersebut bertujuan untuk mengfungsikan kembali pos imigrasi Laktutus. Ini adalah sebuah kebutuhan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pelintas batas. Apalagi arus lintas batas masyarakat Laktutus dan Fatumea cukup tinggi karena hubungan kekeluargaan yang sangat kuat,” ungkap Azwar sebagaimana dilansir tribun.poskupang.com.

Sementara Dirjen Imigrasi Timor Leste, Boavida Ribeiro mengatakan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti kesepakatan tersebut dan menyampaikan kepada pejabat Pemerintah Timor Leste agar kesepakatan itu bisa terwujud dalam waktu dekat.

Menurutnya, kesepakatan yang sudah dibangun itu sangat penting bagi keamanan dan kenyamanan masyarakat perbatasan kedua negara yang memiliki hubungan kekerabatan.

"Masyarakat Laktutus dan Fatumea dikenal memiliki hubungan keluarga yang sangat kuat. Mereka berasal dari satu nenek moyang, punya rumah adat yang sama. Sampai saat ini ada saudara bahkan orang tua mereka yang tinggal di Timor Leste, ada juga yang tinggal di Laktutus," kata Ribeiro.

Hadir juga pada kesempatan itu, Asisten I Setda Belu, Maria Gorety, Wakil Ketua DPRD Belu, Benny Hallek, Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 743, Dandim Belu, Wakil Dirjen Bea Cukai Timor Leste, Jose Ximenes, Kepala PNTL, Kepala UPF Timor Leste dan Kasi Intel Kejari Belu.

--- Guche Montero

Komentar