Breaking News

BERITA Pemerintah Siap Didistribusikan Alat PCR Deteksi Covid-19 ke 12 Provinsi 09 Apr 2020 11:28

Article image
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga. (Foto: Ist)
Selain DKI Jakarta, sebelas provinsi lain yang akan menerima alat PCR ini yaitu Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Papua.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 segera mendistribusikan Lab Test Polymerase Chain Reaction (PCR) guna mendeteksi seseorang positif atau negatif Covid-19 ke sejumlah provinsi di Indonesia.

Saat ini, satu alat PCR telah terpasang di salah satu rumah sakit di Provinsi DKI Jakarta.

Di samping DKI Jakarta, sebelas provinsi lain yang akan menerima alat PCR ini yaitu Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Papua.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga menyampaikan bahwa perakitan alat ini membutuhkan waktu beberapa hari dan kehati-hatian yang tinggi. Alat ini juga harus terpasang di ruang tekanan negatif.

“Kalau rumah sakit sudah punya tempat namanya negative pressure, maka sudah bisa alat tersebut digunakan. Banyak item-item lain yang disesuaikan dengan kriteria sebuah lab, apalagi lab virus seperti ini yang harus sesuai standar Kementerian Kesehatan,” ujar Arya saat Konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (8/4/20).

Arya mengatakan bahwa dua buah RNA Extractor automatic dan 18 detektor PCR dapat mengetahui hasil tes positif atau negatif Covid-19 pada 9.000-10.000 orang per hari.

Menurutnya, dalam tempo satu bulan akan dapat mencapai 300.000 tes, apabila dalam satu hari bisa dilakukan 5.000 hingga 10.000 tes.

Alat PCR tersebut berhasil didatangkan dari Roche Swiss atas upaya Kementerian BUMN dari Roche Swiss. Alat ini merupakan alat yang diburu oleh berbagai negara yang bersamaan terjangkit pandemik Covid-19.

Arya berharap agar melalui pengadaan logistik peralatan ini, fasilitas kesehatan semakin cepat dan mudah mendata berapa banyak masyarakat yang positif tertular Covid-19. Dengan begitu, upaya penyembuhan serta memutus rantai penularan akan semakin mudah," harap Arya.

“Ini langkah cepat supaya dapat mengantisipasi kondisi Corona yang ada di Indonesia. Semua negara berebutan karena hampir seluruh dunia terkena Corona,” katanya.

--- Guche Montero

Komentar